Purbaya Bakal Guyur Pasar Obligasi Rp 2 Triliun per Hari, Tujuannya Bikin Rupiah Stabil

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa memastikan berbagai langkah terus diambil untuk membantu menstabilkan nilai tukar rupiah termasuk dengan terlibat lebih aktif di dalam pasar obligasi.

"Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” kata Menkeu Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Baca Juga :
Rupiah Ditutup Makin Anjlok ke Rp 17.668 Per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
Purbaya Pastikan Kinerja Fiskal April 2026 Lampaui Prediksi Pengamat

Ilustrasi rupiah dan dolar
Photo :
  • VIVA/Davro

"Saya akan masuk setiap hari ke bond market," kata Menkeu menambahkan.

Rencananya pemerintah akan menjalankan skema Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund) dengan menggunakan anggaran yang tersedia.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait jumlah dana yang akan masuk, Purbaya menyebut dirinya meminta Rp2 triliun setiap harinya masuk ke pasar obligasi.

"Kita masih punya beberapa tempat, itu kan hanya cash management saja. Jadi tidak masalah," jelas Purbaya.

Dia menyebut perputaran uang di pasar obligasi diproyeksikan dapat mendorong sentimen positif di pasar obligasi. Dengan sentimen positif, jelasnya, biasanya asing juga akan turut masuk ke pasar.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya pada Selasa pekan lalu (12/5) menyebut siap menstabilkan pasar obligasi dengan menjaga tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) guna membantu meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Mata uang Dolar AS
Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Adapun intervensi di pasar obligasi dilakukan untuk menahan kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN). Purbaya mengingatkan, kenaikan yield yang berlebihan dapat memicu capital loss bagi investor asing dan mendorong arus modal keluar.

Sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah jadi Rp17.668 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.597 per dolar AS. (Ant)

Baca Juga :
ESDM Jamin Harga LPG Subsidi Tak Naik Meski Rupiah Melemah
Prabowo Bilang Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar, Purbaya: Untuk Menghibur Aja Itu
Tenangkan Pasar Saat IHSG Anjlok, Purbaya: Itu Masalah Sentimen Jangka Pendek!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Immanuel Ebenezer Dijadwalkan Jalani Sidang Tuntutan Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3 Hari Ini
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Oase Baru di Ciputat Timur, Alun-alun Pondok Ranji Jadi Magnet Ruang Bermain Ramah Anak
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Perry Warjiyo Sebut Mandat BI Jaga Stabilitas Kurs, Bukan Level Nilai Tukar
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Xiaomi 17 Max dan Band 10 Pro akan diluncurkan pada 21 Mei 2026
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Saudi Mulai Berlakukan Penutupan Akses Masjidil Haram untuk Atur Kepadatan Jemaah
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.