Rupiah Masih Tertekan, Ekonom Ungkap Syarat Agar Kembali ke Level Rp16.000

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Penguatan nilai tukar rupiah menuju kisaran Rp16.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dinilai tak dapat dicapai hanya melalui intervensi Bank Indonesia (BI).

Sejumlah ekonom menegaskan, stabilitas dan apresiasi rupiah membutuhkan dukungan menyeluruh dari berbagai faktor ekonomi, mulai dari kebijakan fiskal, arus modal asing, kinerja ekspor, hingga tingkat kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi domestik.

M. Rizal Taufikurahman Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF menilai rupiah masih memiliki peluang untuk menguat apabila tekanan global mereda dan kebutuhan valuta asing menurun.

Namun, menurutnya, upaya mengembalikan rupiah ke level Rp16 ribuan tidak bisa hanya bertumpu pada kebijakan moneter.

“Terkait proyeksi rupiah kembali ke Rp16.200-16.800 rata-rata tahunan, secara matematis masih mungkin, tetapi sangat berat mengingat posisi saat ini sudah di atas Rp17.600,” ujar Rizal dilansir dari Antara, Selasa (19/5/2026).

Ia menekankan bahwa penguatan rupiah membutuhkan sinergi kebijakan, termasuk penguatan fiskal dan peningkatan arus masuk investasi asing, agar stabilitas nilai tukar dapat terjaga secara berkelanjutan.

Dari sisi lain, Myrdal Gunarto Global Markets Economist Maybank Indonesia menilai ruang penguatan rupiah masih terbuka apabila devisa hasil ekspor (DHE) dapat dimaksimalkan sehingga tidak banyak valas yang ditahan oleh eksportir di tengah tekanan rupiah.

Menurutnya, pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi arus keluar modal jangka pendek atau hot money outflow di pasar keuangan, serta faktor musiman seperti pembayaran dividen dan kebutuhan valuta asing untuk ibadah haji. Ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak sepenuhnya mencerminkan tekanan dari sektor riil perdagangan.

Myrdal juga menyoroti kondisi neraca perdagangan yang masih mencatat surplus, bahkan cenderung melebar di tengah pelemahan rupiah. Hal ini, menurutnya, dipengaruhi penurunan impor akibat pelemahan nilai tukar yang membuat pelaku usaha menahan ekspansi.

Di sisi lain, ia melihat potensi tambahan devisa masih cukup besar, terutama dari sektor ekspor komoditas, industri manufaktur, hilirisasi, hingga pariwisata. Dengan dukungan tersebut, ruang penguatan rupiah dinilai tetap terbuka.

Myrdal menambahkan, langkah intervensi agresif oleh Bank Indonesia tetap diperlukan, mengingat cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang memadai untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing. Ia juga menilai penguatan rupiah penting untuk menjaga kepercayaan investor.

“Kenapa penting BI memperkuat rupiah, karena itu akan mendorong confidence di pasar keuangan kita. Kalau ekonomi kita terbukti solid, investor juga pasti akan kembali ke sini,” ujarnya.

Sementara itu, Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI menyampaikan optimisme bahwa rupiah akan menguat mulai Juli 2026 seiring meredanya permintaan valuta asing musiman yang biasanya meningkat pada periode April hingga Juni.

Perry menyebutkan, nilai tukar rupiah secara rata-rata tahunan diperkirakan tetap berada dalam kisaran asumsi makro APBN, yakni Rp16.200 hingga Rp16.800 per dolar AS, dengan titik tengah sekitar Rp16.500. Ia juga mencatat bahwa secara year to date, rata-rata nilai tukar rupiah masih berada di sekitar Rp16.900 per dolar AS.

Bank Indonesia meyakini penguatan rupiah pada paruh kedua tahun ini akan membantu menurunkan rata-rata tahunan kembali ke dalam target yang telah ditetapkan dalam APBN.

Sementara itu, pada perdagangan Selasa (19/5/2026), rupiah ditutup melemah 38 poin atau 0,22 persen ke level Rp17.706 per dolar AS. Tekanan juga terlihat pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang melemah ke posisi Rp17.719 per dolar AS.

Bank Indonesia dijadwalkan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Mei 2026 pada Rabu (20/5/2026), yang akan menjadi perhatian pelaku pasar dalam membaca arah kebijakan moneter selanjutnya. (ant/saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ikuti Instruksi Gubernur Bobby Nasution, Pemprov Sumut Gelar Apel Kendaraan Dinas dan Pastikan Taat Pajak
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Daftar Tanggal Merah Juni 2026: Dua Hari Libur Nasional dan Potensi Long Weekend!
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pihak Bea Cukai Sebut Pantai Timur Sumatera sebagai Jalur Masuk Utama Narkoba ke Indonesia
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Fadli Zon Ingin Buat Logo Warisan Budaya Tak Benda untuk Makanan Seperti Logo Halal
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Kembangkan Mobilitas Masa Depan, Hyundai Hadirkan Atmosfir Piala Dunia ke Kabin Mobil
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.