Iran kembali melontarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk. Teheran memperingatkan bahwa Laut Oman dapat berubah menjadi “kuburan” bagi kapal-kapal Angkatan Laut AS apabila Washington terus melanjutkan blokade maritim terhadap Iran.
Ancaman tersebut disampaikan anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mayjen Mohsen Rezaei, dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Minggu (17/5/2026).
Baca Juga: Trump Menyerang Dua Media Besar karena Sebut Militer Iran Tangguh
“Saran saya kepada AS secara militer adalah untuk mundur sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Anda,” kata Rezaei.
“Jika tidak, pemahaman kami adalah bahwa blokade angkatan laut adalah tindakan perang dan menanggapinya adalah hak alami kami,” lanjutnya.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Konflik tersebut memicu serangan balasan dari Teheran serta gangguan di jalur strategis Selat Hormuz.
Gencatan senjata sempat diberlakukan pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang jelas, tetapi situasi di lapangan tetap memanas.
Sejak 13 April 2026, AS mulai memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di kawasan Laut Oman dan Selat Hormuz.
Rezaei menegaskan sikap menahan diri Iran selama ini tidak boleh dianggap sebagai bentuk kelemahan atau penerimaan terhadap tekanan Washington.
“Jika kita sudah bersabar sampai sekarang, bukan berarti kita sudah menerimanya,” tegasnya.
Laut Oman sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut Arab dengan Selat Hormuz dan Teluk Persia. Wilayah ini berbatasan dengan Iran, Pakistan, Oman dan Uni Emirat Arab.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump juga kembali mengancam Iran melalui unggahan di media sosial Truth Social.
Baca Juga: Ini Sejumlah Penyebab Kebuntuan Negosiasi Damai Perang Iran-AS
“Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya segera bertindak, cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka,” tulis Trump.





