Purbaya Tegaskan Kondisi RI Beda dengan Krisis Moneter 98

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2026 di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) disebut mirip dengan kondisi 1998. Seperti diketahui, pelemahan rupiah kemarin, Senin (18/5/2026), sejalan dengan jatuhnya IHSG hingga lebih dari 4%.

Menurutnya, kondisi saat ini berbeda dengan kondisi resesi atau krisis moneter 1997-1998 yang menekan rupiah saat itu.


"Ini kan banyak sentimen (IHSG melemah), kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti 1997-1998 lagi. Beda, 1997-1998 itu kebijakannya salah dan instability sosial politik terjadi setelah setahun kita resesi. 1997 pertengahan itu kita sudah resesi," kata Purbaya saat ditemui di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

Baca: Negara-Negara G7 Gelar Rapat Darurat di Paris, Ada Apa?

"Jadi teman-teman gak usah khawatir investor pasar saham kalau saya bilang ga usah takut serok bawah (beli saham di harga bawah) sekarang," tambahnya.

Purbaya juga memberikan pandangan teknikal pergerakan saham akan kembali rebound dalam kurun waktu satu - dua hari ke depan.

"Saya lihat teknikalnya sehari - dua hari juga sudah kembali," katanya.

Dia juga memastikan bahwa Kemenkeu turut melakukan upaya stabilisasi rupiah. Salah satunya adalah dengan mengaktifkan Bond Stabilitation Fund (BSF) dalam waktu dekat. Ini merupakan instrumen yang dikeluarkan untuk menyerap obligasi pemerintah yang dilepas investor, supaya tidak menimbulkan kepanikan di pasar obligasi.

"Nanti kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Udah masuk tapi hanya sedikit mulai hari ini kita akan masuk lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasi terkendali. Sehingga asing yang pegang obligasi engga keluar karena takut misalnya ada capital loss karena harga obligasi turun. Itu akan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," kata Purbaya.

Purbaya pun mengatakan alokasi anggaran yang disiapkan untuk menjalankan skema ini sebesar Rp 2 triliun per hari.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Benar IHSG Selalu Menguat Saat Ekonomi Naik? Ini Fakta Pahitnya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Berpotensi Menguat Usai Trump Sebut Tunda Serangan ke Iran
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
AFTECH Panggil Indosaku Terkait Kasus Debt Collector dan Penyalahgunaan Damkar
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Survei KIC: Mayoritas Anak Muda Anggap Nadiem dan Ibam Alami Kriminalisasi
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
‎Komisi III DPR Bela Mantan ART Erin, Minta Laporan Balik Eks Andre Taulany Dihentikan
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Jalan Poros Jeneponto Mencekam, Konten Kreator Asal Bantaeng Dihadang Pria Bersajam
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.