JAKARTA, DISWAY.ID -- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI akhirnya resmi membatalkan rencana gelaran ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar pasca adanya polemik kesalahan penilaian.
Keputusan itu dilakukan usai MPR RI menggelar rapat menyusul adanya surat penolakan dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas terkait polemik final lomba tersebu.
"Mereka sama-sama mendukung untuk tidak perlu ada lomba ulang, dan oleh karena itu, hari ini kita rapat tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan oleh kedua sekolah ini," kata Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto dalam konferensi pers di gedung MPR, Senayan, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
BACA JUGA:Rehabilitasi Sekolah Pascabanjir Sumatra Tembus Rp2,9 Triliun, Ribuan Sekolah Kembali Beroperasi
Dia mengatakan SMAN 1 Pontianak telah berkunjung ke MPR dan menyatakan penolakannya pada pada Kamis, 14 Mei 2026. Pada Jumat, 15 Mei 2026, SMAN Sambas juga menolak final ulang.
Ia menilai sikap kedua sekolah tersebut justru mencerminkan implementasi nilai-nilai Empat Pilar yang selama ini disosialisasikan MPR.
"Kita menilai bahwa yang disampaikan dalam pernyataan kedua sekolah ini betul-betul sudah melakukan atau mengimplementasikan pelajaran Empat Pilar itu sendiri. Jadi, di situ ada toleransinya, ada persatuan yang mereka junjung tinggi, bahwa Kalimantan Barat, Sambas yang akan maju di final nanti. Terus, ada keadilan dan demokrasi," ujarnya.
Sebelumnya, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI berencana akan menggelar ulang pelaksanaan final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
BACA JUGA:Serapan Anggaran Kementerian UMKM Capai 42 Persen, KUR Tembus Rp105,8 Triliun
Keputusan itu disampaikan Muzani setelah pimpinan MPR mendengarkan penjelasan dari Sekretariat Jenderal MPR terkait pelaksanaan final LCC Empat Pilar di Kalbar itu.
“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya,” kata Muzani dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Politikus Partai Gerindra ini mengatakan semua juri juga akan diganti dengan yang independen dan tidak terlibat dalam proses sebelumnya. Ia mengatakan, langkah itu diambil untuk menjaga objektivitas perlombaan.
“Semua juri yang terlibat adalah orang independen, yang tidak terlibat dalam proses kemarin. Yakni tidak ada unsur dari Sekretariat Jenderal MPR,” jelas Muzani.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F03%2F28%2F18b066fb-8866-4bdd-8425-fea3d9f39597.jpg)
