Penembakan Massal di Turki Tewaskan Enam Orang, Pelaku Masih Buron

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Tarsus: Seorang pria bersenjatakan senapan melakukan serangkaian penembakan di kota Tarsus, Provinsi Mersin, Turki selatan, pada Senin, 18 Mei 2026 yang menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai delapan lainnya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut usai rapat kabinet, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai motif maupun identitas pelaku.

Polisi yang didukung helikopter dan drone masih memburu pelaku yang hingga kini belum tertangkap.

Menurut laporan kantor berita Anadolu yang dikutip CBS News, Selasa, 19 Mei 2026, tersangka berusia 37 tahun itu diidentifikasi sebagai Metin O.

Ia diduga pertama kali menembak mati istrinya di jalan sebelum melepaskan tembakan dari mobil ke arah sebuah restoran yang menewaskan pemilik dan seorang pegawai restoran tersebut.

Pelaku kemudian diduga membunuh seorang remaja, pria berusia 50 tahun, dan satu orang lainnya di lingkungan berbeda di Tarsus. Media Demirören News Agency (DHA) melaporkan pelaku melarikan diri menggunakan mobil.

"Saya pikir dia sedang mengambil telepon genggamnya, ternyata dia mengeluarkan pistol," kata pegawai restoran Mehmet Han Topal kepada kantor berita IHA.

Topal yang mengalami luka tembak di kaki mengatakan dirinya langsung tiarap setelah pelaku mulai menembak. Kekerasan Senjata Jadi Sorotan di Turki Insiden ini menambah daftar kasus penembakan yang mengguncang Turki dalam beberapa waktu terakhir dan memicu kekhawatiran terkait kekerasan senjata serta keamanan sekolah.

Bulan lalu, serangan di sebuah sekolah di Provinsi Kahramanmaras menewaskan 10 orang. Sehari sebelumnya, penembakan lain di provinsi terdekat juga melukai 16 orang.

Menurut sebuah lembaga swadaya masyarakat di Turki, terdapat puluhan juta senjata api yang dimiliki warga sipil di negara tersebut dan sebagian besar tidak memiliki izin resmi.

Baca juga:  Tiga Orang Tewas dalam Baku Tembak Dekat Konsulat Israel di Istanbul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkeu Purbaya Guyur Dana Rp2 Triliun per Hari ke Pasar Obligasi untuk Stabilkan Rupiah
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
OPINI: Membangun Konglomerasi Bank Syariah vs Rasionalisasi BUMN
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Kepala BKN Bilang PPPK & PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat PNS, Begini Caranya
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Ahmad Bahar Buka Suara, Ungkap Duduk Perkara GRIB Jaya Geruduk Rumahnya
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Purnomo Yusgiantoro Ajak Alumni IKAL Lemhannas Perkuat Persatuan Nasional
• 2 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.