Jakarta: Jelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan layanan makanan siap santap atau ready to eat bagi jemaah haji Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan konsumsi jemaah tetap terpenuhi di tengah padatnya mobilitas selama fase puncak haji.
Kemenhaj terus mematangkan berbagai persiapan menjelang Armuzna, termasuk melalui penguatan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia.
Baca Juga :
Kemenhaj Perkuat Persiapan Layanan Konsumsi Jelang Puncak HajiJuru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menyebut skema ini dipilih karena praktis, memiliki daya tahan yang lebih baik, serta tetap memperhatikan standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
Baca Juga :
Perjuangan Panjang Mbah Painah Menabung 20 Tahun Demi Menggapai Perjalanan SuciSelama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan menerima total 15 porsi makanan, dengan tambahan enam porsi pada masa pra dan pasca-Armuzna.




