Konsulat Jenderal RI (KJRI) di San Francisco, Amerika Serikat menyatakan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden penembakan di Islamic Center of San Diego (ICSD), California, Senin (18/5/2026).
Afina Burhanuddin Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI San Francisco menyampaikan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan komunitas Muslim Indonesia untuk memastikan kondisi WNI menyusul peristiwa itu.
Ia menjelaskan penembakan terjadi sekitar pukul 11.40 waktu setempat (Selasa, 01.40 WIB) dan memakan korban lima orang meninggal dunia, termasuk seorang petugas keamanan serta dua tersangka yang berusia 17 dan 19 tahun.
Adapun motif penembakan masih dalam proses penyelidikan dan pihak berwenang setempat juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus tersebut.
“Namun, Departemen Kepolisian San Diego menduga bahwa serangan ini ada kaitannya dengan serangan kebencian terhadap komunitas Muslim,” demikian dari pernyataan tertulisnya yang dikutip dari Antara.
Menurutnya, kasus tersebut kini mendapat perhatian dari pemerintah federal AS dan pemerintah negara bagian.
Sementara itu, menurut laporan dari Scott Wahl Kepala Kepolisian San Diego, tiga warga yang meninggal adalah laki-laki. Pihak kepolisian tersebut berkoordinasi dengan biro penyelidik federal FBI untuk menangani kasus ini.
Lebih lanjut, Wahl menilai penyelidikan akan mengarah pada dugaan kejahatan kebencian karena lokasi kejadian berada di pusat kegiatan Islam.
Di sisi lain, Donald Trump Presiden AS menilai insiden itu sebagai situasi yang mengerikan. Ia juga mengatakan bahwa pejabat federal dan negara bagian, kini sedang menyelidiki kasus itu serta menghimpun sejumlah informasi tambahan.
“Yang terjadi adalah situasi yang mengerikan. Saya telah menerima pembaruan informasi awal, dan kami akan terus memantaunya dengan cermat,” ujar Trump yang dikutip dari Anadolu.
Untuk diketahui ICSD merupakan pusat aktivitas dan ibadah Muslim terbesar di San Diego yang berada sekitar 15 kilometer dari pusat kota.(ant/mar/ham)




