EtIndonesia. Dua pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengadakan rapat situasi perang dengan para penasihat keamanan senior nasional pada Selasa (19 Mei) untuk membahas opsi tindakan militer terhadap Iran.
Selain itu, menurut laporan media, Amerika Serikat dengan tegas menolak proposal balasan yang diajukan Iran dalam perundingan antara kedua negara. Pada 17 Mei, Trump memperingatkan Iran bahwa waktu terus berjalan dan jika tidak segera tercapai kesepakatan, konsekuensinya akan sangat serius.
Pada 17 Mei, Presiden Trump kembali menekan Iran agar segera mencapai kesepakatan. Dalam unggahannya, ia menulis:
“Waktu bagi Iran semakin sempit. Mereka sebaiknya segera bertindak, jika tidak Iran akan lenyap. Waktu adalah hal yang sangat penting!”
Menurut laporan media AS, Trump mengatakan ia masih percaya Iran ingin mencapai kesepakatan dan memperkirakan Teheran akan mengajukan proposal baru yang telah diperbarui dalam beberapa hari mendatang.
Sebelumnya, Teheran telah mengajukan lima proposal balasan kepada pihak Amerika. Namun media Iran pada 17 Mei melaporkan bahwa Amerika memberikan tanggapan keras tanpa memberikan konsesi apa pun.
Isi penolakan Amerika mencakup:
- menolak membayar kompensasi apapun terkait kemungkinan serangan militer terhadap Iran,
- menolak mencairkan 25% aset Iran yang dibekukan di luar negeri,
- serta menuntut Iran menyerahkan 400 kilogram uranium yang telah diperkaya kepada Amerika Serikat.
Amerika juga menegaskan bahwa jika Iran terus melanjutkan program nuklirnya, maka Washington akan mengambil tindakan militer yang lebih keras.
Di saat yang sama, Amerika Serikat terus menerapkan blokade menyeluruh terhadap Iran. United States Central Command pada 17 Mei menyatakan bahwa hingga tanggal tersebut, militer AS telah memaksa 81 kapal dagang Iran untuk mengubah rute pelayaran guna memastikan blokade tetap dijalankan.
Sumber : NTDTV.com





