Kinerja penjualan sepeda motor nasional mulai menunjukkan tren pemulihan sepanjang awal 2026. Di tengah dinamika daya beli dan kondisi ekonomi domestik, performa distribusi di daerah justru menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan pasar roda dua.
Fenomena tersebut tercermin dari penjualan Yamaha di sejumlah wilayah berbasis komoditas, salah satunya Lampung. Karakter pasar regional dinilai masih memiliki fundamental permintaan yang relatif stabil dibandingkan kota besar.
Business Head PT Lautan Teduh Interniaga Lampung, Yagi Adisuseno, mengungkapkan kontribusi terbesar penjualan masih berasal dari lini Maxi Series. Segmen ini menyumbang lebih dari 33 persen total distribusi Yamaha di wilayah tersebut.
“Model paling populer masih NMax series sekitar 44 persen, kemudian Aerox, dan lainnya seperti XMAX,” buka Yagi ditemui di Lampung belum lama ini.
Ia menjelaskan popularitas Maxi Series tidak lepas dari perubahan profil konsumen. Skutik premium dianggap mampu menjawab kebutuhan mobilitas harian sekaligus gaya hidup, terutama bagi mahasiswa hingga pekerja muda.
Menurutnya, Aerox lebih diminati kalangan usia lebih muda, sementara NMax menurutnya menjadi pilihan pengguna yang menginginkan kenyamanan sekaligus performa. Menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat menuju segmen motor yang memiliki nilai emosional dan fungsional sekaligus.
Selain Maxi, segmen entry level masih menjadi tulang punggung penjualan di wilayah rural. Skutik 125 cc dan motor bebek dikatakan menyumbang sekitar 30–35 persen permintaan, terutama di area pelosok yang aktivitas ekonominya bertumpu pada sektor pertanian.
“Kita juga melihat Classy Series tumbuh. Jadi backbone kita tetap tiga pilar yakni entry level, Maxi Series, dan Classy Series,” jelas Yagi lagi.
Ia menilai kondisi ekonomi Lampung yang ditopang komoditas seperti jagung, padi, dan kopi ikut menjaga stabilitas daya beli masyarakat. Faktor ini membuat optimisme pertumbuhan penjualan secara tahunan masih terbuka lebar.
Menurutnya, pasar regional bahkan berpotensi mencatat pertumbuhan year-on-year (YoY) sekitar 10–15 persen. Pola transaksi juga menunjukkan keseimbangan antara pembelian tunai dan kredit. “Komposisinya sekitar 45 persen cash dan 55 persen kredit, bahkan kadang pembelian cash lebih tinggi,” jelas Yagi.
Dari sisi prinsipal, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana menyebut dominasi Maxi Series tidak hanya terjadi di daerah, tetapi juga secara nasional.
Ia mengatakan kehadiran NMax sejak awal menjadi titik balik perkembangan pasar skuter matik premium di Indonesia. Model tersebut dinilai berhasil mengubah persepsi konsumen terhadap sepeda motor sebagai bagian dari gaya hidup.
“NMax itu bisa dibilang game changer. Orang switching ke skutik lebih besar karena kenyamanan dan performa tetap dapat, lalu berkembang ke hobi dan komunitas,” kata Rifki.
Secara nasional, segmen Maxi disebut masih menjadi penyumbang volume terbesar Yamaha. Pertumbuhan pasar daerah seperti Lampung turut memberikan kontribusi penting terhadap stabilitas penjualan nasional.
Rifki menilai tren pertumbuhan yang mulai terlihat belum bisa diartikan sebagai kondisi pasar yang sepenuhnya pulih. Situasi industri otomotif saat ini disebut masih berada dalam fase penyesuaian.
“Situasi sekarang boleh dibilang kurang kondusif, tapi hal seperti ini sebenarnya common di industri otomotif. Mudah-mudahan segera membaik,” ujarnya.
Ia juga membuka kemungkinan adanya pergeseran preferensi konsumen antar moda kendaraan. Jika terjadi perpindahan minat dari roda empat ke roda dua, kondisi tersebut justru dapat menjadi peluang baru bagi industri sepeda motor.
Namun ia menegaskan kondisi pasar roda dua tidak bisa digeneralisasi aman secara menyeluruh. Dinamika ekonomi, daya beli, hingga perubahan pola konsumsi masih menjadi faktor utama yang perlu terus dipantau.
Yamaha gelar MAXI Tour Boemi Nusantara etape tigaMenjaga asa positif yang diterima segmen Maxi Series, PT YIMM kembali menggelar rangkaian touring eksploratif MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 (MTBN). Kini menyambangi wilayah Lampung, setelah sebelumnya diselenggarakan di Toba Samosir, Sumatera Utara dan Bengkulu.
MTBN disebut bukan sekadar aktivitas touring biasa. Menghadirkan pengalaman eksplorasi destinasi wisata alam serta kekayaan budaya Indonesia yang sebelumnya tidak pernah peserta jumpai secara langsung, sekaligus membuktikan ketangguhan skutik Maxi Yamaha.
Spesialnya, etape kali ini Yamaha mengajak para awak media yang tergabung dalam komunitas Journalist MAX Community (JMC) untuk turut serta meramaikan perjalanan eksplorasi sejauh lebih dari 400 kilometer.
Total sebanyak 28 member JMC ambil bagian dalam pengembara yang tidak hanya menyuguhkan pengalaman touring berkelas bersama skutik MAXI Yamaha, tetapi juga menghadirkan kesempatan untuk menikmati keindahan alam, budaya, dan spot wisata unggulan di wilayah Lampung.
“Antusiasme masyarakat dan komunitas MAXI Yamaha di Lampung terhadap penyelenggaraan MAXi Tour Boemi Nusantara terasa sangat luar biasa. Kehadiran event ini bukan hanya menjadi ajang touring dan silaturahmi bersama rekan-rekan Journalist MAX Community, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan pesona Bumi Ruwa Jurai yang kaya akan keindahan alam, budaya, hingga destinasi wisata unggulan yang sangat layak untuk dieksplorasi," kata Yagi.
Rangkaian tur menyambangi beberapa destinasi menarik seperti Menara Siger yang menjadi landmark kebanggaan Lampung, Pantai Pasir Putih, Sabana Gunung Rajabasa, hingga Dermaga Canti. Hingga tiba di Kota Bandar Lampung di Puncak Bukit Randu.
Eksplorasi berlanjut menuju Pulau Pahawang di wilayah Pesawaran. Di destinasi wisata bahari yang terkenal dengan panorama laut eksotis tersebut, peserta JMC diajak menyusuri gugusan pulau dan berbagai spot bawah laut menarik seperti Pulau Kelagian Besar, Pulau Pahawang Besar hingga Taman Bawah Laut Nemo dan Cukuh Bedil.
Pada hari ketiga, rangkaian kegiatan MTBN diisi dengan touring dari Kota Bandar Lampung menuju daerah Kalianda, Lampung Selatan untuk mengikuti aktivitas community gathering bersama komunitas MAXI Yamaha setempat di Sanggar Beach. Turut hadir Wakil Bupati Kabupaten Lampung Selatan M. Syaiful Anwar yang sebelumnya sempat menjamu rombongan touring di Kantor Bupati Lampung Selatan dan ikut serta melakukan city ride.





