OJK Sebut IHSG Mulai Bergerak Sesuai Fundamental Pasca Rebalancing MSCI

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

IHSG terus tertekan dalam beberapa hari terakhir pasca pengumuman rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) Mei 2026.

IHSG terus tertekan dalam beberapa hari terakhir pasca pengumuman rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) Mei 2026. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan dalam beberapa hari terakhir pasca pengumuman rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) Mei 2026. Pergerakan IHSG saat ini dinilai mulai mengarah pada kondisi fundamentalnya.

Saham-saham seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dicoret dari indeks MSCI. Dengan demikian, harga saham-saham tersebut terus turun dan menjadi pemberat IHSG.

Baca Juga:
IHSG Merosot 3 Persen, Merah 6 Hari Beruntun dan Terendah sejak April 2025

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewa menjelaskan, dinamika yang terjadi pada IHSG saat ini merupakan dampak dari eksternal mulai dari kondisi geopolitik di Timur Tengah hingga ekspektasi kebijakan bank sentral secara global. Selain itu, kata dia, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh sejumlah kebijakan transformasi pasar modal. 

"Jadi kita melihat pergerakan indeks kita sudah (bergerak) lebih secara fundamental dan juga sekarang IHSG pergerakannya juga relatif sejalan dengan indeks acuan MSCI maupun subindeks utama seperti LQ45 dan IDX30 dan juga IDX80," katanya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga:
IHSG Tertekan, Wakil Ketua DPR hingga Petinggi Danantara-OJK Sambangi BEI

Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad ke BEI. Dalam kunjungan tersebut, hadir pula Group Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.

Friderica mengatakan, pelemahan IHSG merupakan bentuk dari penyesuaian harga di mana pergerakan lebih ditopang oleh aspek fundamental daripada sentimen jangka pendek semata.

"Jadi menurut kami ini sangat baik perbaikan-perbaikan yang dilakukan (di pasar modal)," katanya.

Di tengah rebalancing MSCI, dia juga mengumumkan bahwa investor domestik juga semakin kuat. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana saat ini meningkat di samping jumlah investor ritel yang sudah mencapai 7 juta akun Single Investor Identification (SID).

"Jadi ini juga melihat bahwa reformasi ini diarahkan untuk memastikan bahwa pasar keuangan Indonesia tidak hanya berkembang dari sisi ukuran, market size, tetapi juga kita mendepankan dari aspek fundamentalnya, integritas, kemudian keterbukaan (informasi), dan lain-lain," tuturnya.

Pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, IHSG melemah 3,08 persen ke 6.396,27. Pelemahan ini semakin menambah tekanan pada indeks utama yang sejak awal tahun telah turun secara akumulatif sebesar 27 persen.

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TPIA Segera Cairkan Dividen Tunai USD30 Juta, Ini Jadwal Lengkapnya
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Era Habibie, Rupiah Kuat tapi Rakyat Terpuruk
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kadin Surabaya Bidik Pertumbuhan Ekonomi Global dan Inklusif
• 23 jam laluberitajatim.com
thumb
Perjuangan Petani Damiri Berhaji, Sampai Harus Amputasi Jempol Kaki di Saudi
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pengusaha di Sulsel Mulai Khawatirkan Dampak Pelemahan Rupiah
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.