JAKARTA, KOMPAS TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui peta prakiraan sebaran awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia untuk sepekan ke depan, terhitung mulai 20 hingga 26 Mei 2026.
Berdasarkan laporan berbasis model cuaca numerik tersebut, terjadi penyusutan area risiko tinggi dibandingkan periode sebelumnya, dengan fokus utama kini tertuju pada satu titik samudra.
Keberadaan awan Cumulonimbus selalu menjadi perhatian serius dalam dunia transportasi.
Baca Juga: BMKG Rilis Potensi Awan Cumulonimbus 19-25 Mei 2026, Ini Daftar Wilayah Berisiko
Karakteristik awan yang padat dan menjulang tinggi ini berpotensi besar memicu cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat mendadak, badai petir, hingga ancaman turbulensi hebat yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan pelayaran.
Satu-Satunya Zona Risiko Tinggi: Samudra Hindia Barat LampungDalam pembaruan data kategori Frequent (FRQ), BMKG hanya menetapkan satu wilayah perairan luar yang masuk zona risiko tinggi, yaitu wilayah Samudra Hindia barat Lampung.
Pada area ini, persentase cakupan spasial awan Cumulonimbus diprediksi sangat masif dan berada di atas 75 persen dari total luas wilayah.
Konsentrasi awan badai yang sangat padat di Samudra Hindia barat Lampung ini menjadi alarm penting bagi navigasi transportasi.
Koridor tersebut merupakan jalur lintas udara dan laut yang vital, baik untuk penerbangan domestik menuju wilayah barat maupun rute penerbangan internasional.
Keberadaan sel awan yang rapat di sana berisiko tinggi mengganggu stabilitas pesawat serta memicu gelombang tinggi bagi kapal pelayaran.
Baca Juga: BMKG Sebut 5 Wilayah Waspada Hujan Lebat Selasa 19 Mei 2026, Cek Lokasinya
Sebaran Potensi Menengah Masih Mendominasi NusantaraPenulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca Mei 2026
- cuaca Lampung
- Samudra Hindia
- keselamatan penerbangan





