Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan tercatat melemah 3,08% ke posisi 6.396,27 atau turun 202,97 poin. Di tengah tekanan tersebut, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan tetap optimistis pasar modal Indonesia akan terus tumbuh dalam jangka panjang seiring peningkatan jumlah investor, perbaikan tata kelola, dan penguatan fundamental emiten.
Ia mengatakan, pergerakan pasar yang naik dan turun merupakan bagian dari dinamika investasi yang tidak dapat dilihat dalam jangka pendek.
“Saya sangat meyakini bahwa ke depannya dalam jangka panjangnya bahwa bursa kita ini akan terus bertumbuh baik dari segi market capitalization-nya, baik dari segi emitennya, dan juga baik dari investornya,” ujar Rosan, saat menghadiri kunjungan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Ia menegaskan pendekatan investasi Danantara terhadap pasar saham dilakukan dengan orientasi jangka panjang dan berbasis fundamental perusahaan.
"Approach kita itu bukan harian. Approach kita itu bukan bulanan. Approach kita itu jangka panjang," tegasnya.
Baca Juga: Rosan Sebut Saham Bank BUMN Lagi Diskon Gede, Peluang Kenaikan Terbuka Lebar!
Baca Juga: Saat IHSG Bergejolak, Rosan Bicara Realita Pasar Modal: Bursa Pasti Ada Naik Turunnya
Selain itu, lanjut Rosan, peningkatan jumlah investor domestik menjadi salah satu indikator yang menunjukkan masih adanya optimisme terhadap prospek pasar modal nasional.
“Tadi disampaikan total investor ritel kita sudah 26-27 juta. Dan ini kan adalah satu peningkatan dibanding tahun lalu yang 20 juta. Jadi ada enam juta,” katanya.
Rosan menilai penambahan investor tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap prospek pasar modal ke depan.
“Nah tentunya logikanya bahwa peningkatan ini terjadi kenapa? Karena investor kita yakin bahwa bursa kita ini makin baik ke depannya dan promising. Kalau enggak, number of investor akan turun,” ujarnya.
Rosan menambahkan pertumbuhan investor muda juga menunjukkan peningkatan signifikan. Karena itu, edukasi mengenai investasi jangka menengah dan panjang dinilai menjadi salah satu fokus pengembangan pasar.
Baca Juga: IHSG Anjlok 3% Usai Dasco Hingga Rosan Sidak ke BEI, 639 Saham Melemah
Baca Juga: Sebut Pelemahan IHSG Masih Wajar, OJK: Bursa Lain Turun Lebih Dalam
“Nah ini yang kita harus kasih pemahaman kepada mereka bahwa investasi di pasar modal ini adalah investasi baik menengah panjang,” ujarnya.
Menurut Rosan, penguatan literasi menjadi bagian dari upaya memperluas basis investor domestik di tengah perkembangan pasar modal Indonesia.





