JAKARTA, KOMPAS.com - Parik Irawan (46) tampak sibuk mengisi formulir data diri pencari kerja di Jakarta Job Fair yang digelar di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU) Tanjung Priok, Selasa (19/5/2026).
Sambil memegangi telepon genggamnya, pria asal Tangerang itu berdiri di antara deretan stand perusahaan dengan mengenakan batik biru.
Parik datang ke job fair tersebut sejak pukul 10.00 WIB untuk mencari pekerjaan baru.
Ia mengaku baru kali ini mengikuti job fair karena biasanya mencari pekerjaan melalui jalur daring.
Baca juga: Pencari Kerja Serbu Job Fair di Jakut, Tunanetra Menanti Lowongan
“Ini pertama kali. Karena sebelumnya kan saya terima kerja itu ya lewat online,” ujar dia saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa.
Sebelumnya, ia sempat bekerja selama 11 tahun di bidang Research and Development kimia di salah satu perusahaan.
Setelah 11 tahun bekerja, Parik memilih berhenti setelah sang istri mengalami sakit jantung.
“Saya terpaksa resign karena istri kan kemarin sakit jantung, jadi ya butuh perhatian khusus lah,” kata Parik.
Baca juga: Cari Kerja Sana Sini, Penyandang Tunanetra: Adakah Lowongan untuk Kami?
Kini, setelah kondisi istrinya mulai membaik, Parik kembali mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Iya, alhamdulillah istri kondisinya udah lebih baik,” tutur dia.
Berbeda dengan pekerjaan sebelumnya yang sesuai latar belakang pendidikannya, kali ini Parik mengaku lebih terbuka terhadap berbagai jenis pekerjaan.
Ia mulai lelah bekerja di bidang kimia setelah lebih dari satu dekade berkecimpung di sektor tersebut.
Baca juga: Jakarta Job Fair Digelar 19-20 Mei, 42 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan
“Soalnya kalau untuk bidang kimia kayaknya udah capek juga mikir,” ucap dia sambil tersenyum.
Meski demikian, Parik menilai persaingan mencari kerja saat ini semakin ketat karena perusahaan lebih mengutamakan kemampuan dan keterampilan tertentu.
Ia mengaku sempat mempelajari programming untuk menambah kemampuan.
Namun, keterampilan yang dipelajarinya belum tentu sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Baca juga: Jakarta Job Fair Kembali Digelar 19–20 Mei 2026 di Jakarta Utara
"Jadi memang persaingannya sekarang benar-benar skill," tutur dia.
Parik berharap lowongan pekerjaan semakin diperbanyak agar pencari kerja memiliki lebih banyak kesempatan.
“Kalau saya berharap justru (lowongan) diperbanyak, karena kan di Indonesia ini pertumbuhan penduduk enggak sebanding dengan jumlah lowongan,” tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



