Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mendesak pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk segera memastikan kondisi serta memperjuangkan pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Saan menekankan, langkah paling mendesak saat ini adalah memastikan keselamatan para WNI yang ditahan, termasuk dua jurnalis yang ikut dalam rombongan Global Sumud Flotilla.
“Ya, pertama tentu kita berharap ya, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, pemerintah ya, untuk bisa berusaha-lah ya membantu untuk menyelesaikan terkait dengan penangkapan WNI kita di Israel itu,” kata Saan.
Ia menilai pemerintah harus segera melakukan verifikasi kondisi di lapangan agar keluarga korban memperoleh kepastian.
“Ya tentu pertama memastikan keberadaan kedua WNI itu dalam keadaan selamat ya, aman, itu penting juga untuk memastikan. Supaya keluarga yang dari kedua WNI juga tenang ya,” ujarnya.
Menurut Saan, pemerintah dipastikan akan memberi perhatian serius terhadap kasus tersebut dan menjalankan langkah diplomatik yang diperlukan.
“Saya yakin pemerintah juga akan menaruh perhatian yang besar terhadap warga negara kita,” kata dia.
Ia juga mengingatkan agar aspek keselamatan menjadi prioritas dalam situasi misi kemanusiaan yang masih berlangsung di kawasan konflik tersebut.
“Ya pasti kita berharap bahwa keselamatan menjadi penting,” ujarnya.
Sebelumnya, Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Ahmad Juwaini, menyebutkan terdapat 9 warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi Global Freedom Flotilla, terdiri dari 5 aktivis kemanusiaan dan 4 jurnalis.
“Warga negara Indonesia saat ini terlibat langsung sebanyak 9 orang, yang terdiri dari 5 aktivis kemanusiaan dan 4 jurnalis,” ujar Ahmad.
Ia mengatakan delegasi Indonesia berangkat dari Turki bersama rombongan internasional menuju Gaza sebelum akhirnya dicegat pasukan Israel pada Senin (18/5).
“Dalam catatan kami sekitar jam 15.00 WIB telah di-intercept oleh pasukan Israel,” katanya dalam pertemuan dengan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, l di Gedung Nusantara III MPR/DPR RI, Jakarta, Selasa (19/5).
Ahmad menambahkan hingga Selasa pagi tercatat sekitar 40 kapal dan 332 aktivis kemanusiaan serta jurnalis dari berbagai negara ditahan Israel.
“332 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara itu diculik saat ini statusnya,” ucapnya.




