Margaret Connolly adik dari Catherine Connolly Presiden Irlandia menjadi salah satu dari puluhan aktivis yang ditangkap pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza.
Penangkapan terjadi setelah sedikitnya 30 kapal dari total 54 armada bantuan dicegat di perairan internasional pada Senin (19/5/2026).
Dilansir dari Irish Times pada Selasa (19/5/2026), penyelenggara flotila menyebut total sebelas warga negara Irlandia ditahan dalam operasi tersebut. Selain Margaret Connolly yang berprofesi sebagai dokter umum, sepuluh warga Irlandia lainnya yang ikut ditangkap adalah Catriona Graham, Louise McCormack, Joshua St Leger, Cormac O’Daly, Tom Deasy, Helena Kearns, Adam Fitzhenry Collier, Luke McMenamin, Fra Hughes, dan Tara Sheehy.
Armada Global Sumud Flotilla diketahui berangkat dari Turki selatan pada Kamis (14/5/2026) lalu sebagai bagian dari upaya terbaru menembus blokade Israel dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Sejumlah misi serupa sebelumnya juga dilaporkan mengalami pencegatan di perairan internasional oleh Israel.
Catherine Connolly Presiden Irlandia mengaku sangat cemas setelah mengetahui adiknya termasuk di antara warga yang ditahan.
“Saya bangga kepada saudari saya, tetapi tentu ini sangat mengkhawatirkan,” ujarnya saat berada di London usai bertemu Raja Charles.
Pemerintah Irlandia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan tengah memantau situasi secara ketat dan menyiapkan bantuan konsuler bagi seluruh warga negara yang terdampak penahanan tersebut.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel menegaskan pihaknya tidak akan mengizinkan pelanggaran terhadap blokade laut yang diberlakukan di Gaza.
“Israel tidak akan mengizinkan pelanggaran terhadap blokade laut yang sah atas Gaza,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Israel.
Israel juga meminta seluruh kapal dalam flotila untuk menghentikan pelayaran dan segera berbalik arah dari wilayah yang mereka klaim sebagai zona blokade. (saf/faz)




