Curiga Film Dokumenter Pesta Babi, KSAD: Duitnya dari Mana Sampai Terbang Sana Sini?

disway.id
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mempertanyakan sumber dana pembuatan film dokumenter 'Pesta Babi'.

"Sekarang permasalahannya, orang sampai membuat video, bagaimana ceritanya seperti ini, segala macam, duitnya dari mana? Silahkan coba saja. Sampai datang ke sana, bikin video, terbang sini, terbang sana. Orang berduit lah," tanya Maruli di Kompleks Parlemen, Selasa, 19 Mei 2026.

BACA JUGA:KSAD Santai Tanggapi WNI Gabung Militer AS: Peminat TNI Masih Melimpah!

Meski begitu, Maruli enggan menuding adanya pihak yang mendanai film tersebut.

"Anda yang bilang ada yang mendanai lho, bukan saya,” ujar dia.

BACA JUGA:Yusril Tegaskan Tak Ada Pelarangan Nobar Film ‘Pesta Babi’: Silakan Nonton

Ia pun membantah jika TNI yang memberikan instruksi pembubaran film dokumenter tersebut.

"Ya, itu kan memang coba saja ditanya yang jelas ya, karena ada pembubaran kan dari pemerintah daerah untuk keamanan wilayah. Itu kan tanggung jawabnya, apa namanya, koordinator wilayah antara pejabat pemerintahan di sana menganggap ada risiko keributan," imbuhnya.

Ia pun membantah pembubaran nobar film tersebut merupakan bagian dari instruksi pimpinan.

BACA JUGA:Puan Sebut Film ‘Pesta Babi’ Isinya Sensitif, DPR Siap Dalami Polemiknya

"Ya itu mereka (Pemda), tidak ada instruksi," tuturnya.

Film Pesta Babi bercerita tentang perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan—terutama suku Malind, Yei, Awyu, dan Muyu—dalam melawan proyek besar pemerintah dan korporasi yang mengubah hutan serta tanah adat mereka menjadi kawasan industri sawit, tebu, dan proyek pangan skala besar

 Film Pesta Babi menyoroti konflik tanah adat di Papua dan pandangan Islam tentang keadilan serta hak masyarakat adat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geger Bayi Baru Lahir Dibuang di Anyer, Pelakunya Ibu dan Nenek
• 15 jam laludetik.com
thumb
Wacana Registrasi Medsos Pakai Nomor Seluler Berisiko Gerus Hak Anonimitas
• 16 jam lalukompas.id
thumb
Ranty Maria Ungkap Kebiasaan Romantis dengan Rayn Wijaya Setiap Hari
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Akhir Pelarian Penjambret WN Italia di Bundaran HI, Kaki Ditembak karena Melawan
• 23 jam lalukompas.com
thumb
[Foto] Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah Rp 17.668 per dolar AS
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.