Tapi pelatih City, Pep Guardiola, mewanti-wanti anak-anak asuhnya untuk mewaspadai Bournemouth. Tak cuma sedang dalam performa gemilang dengan melakoni 17 laga tanpa kekalahan, Bournemouth juga punya gaya main yang akan merepotkan City.
Kecepatan dan intensitas Bournemouth di sebut akan jauh lebih berbahaya dengan waktu persiapan yang panjang. Bournemouth akan menghadapi City setelah 10 hari istirahat usai menghadapi Fulham pada 9 Mei lalu. Baca juga: City Harus Putus 17 Laga Tanpa Kekalahan Bournemouth "Mereka menyerang dengan cepat dan tak membiarkan lawan bernafas. Mereka selalu intens dan ketika kelelahan, mereka bisa menurunkan tempo," kata Guardiola di situs resmi klub.
"Tapi dengan 10 hari untuk bersiap, kami memprediksi laga yang intens, agresif, dan menuntut kami mengerahkan yang terbaik. Kami harus pintar dalam membaca situasi dan apa yang perlu kami lakukan," jelasnya. Naik Level Meski Kehilangan Pilar Guardiola juga menyanjung kinerja pelatih Bournemouth yang juga merupakan kompatriotnya, Andoni Iraola. Menurut Guardiola, Iraola mengangkat Bournemouth ke level yang lebih tinggi musim ini setelah kehilangan tiga pilar lini belakangnya pada bursa transfer, yaitu Iliya Zabarnyi, Dean Huijsen, dan Milos Kerkez.
"Dia telah melakukan tugas yang luar biasa, membawa Bournemouth naik satu level dan bermain dengan keberanian di manapun mereka bermain. Saya yakin Andoni akan mendapat apresiasi yang layak untuk kerja yang ia lakukan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





