KOMPAS.TV - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Abdul Wachid, mengingatkan jemaah Indonesia untuk tidak mendahului petugas dan terburu-buru turun dari kendaraan saat berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ia menyampaikan hal itu seusai rapat koordinasi bersama Kepala Daker Madinah di Kantor Daker Madinah, Arab Saudi, Senin (18/05/2026).
Ia mengimbau agar jemaah mengikuti arahan petugas, agar tidak terjadi penumpukan dan kelelahan di jalur Armuzna.
Menurutnya, kedisiplinan jemaah menjadi faktor penting dalam kelancaran mobilisasi menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Baca Juga: Jelang Puncak Haji, Jemaah akan Mulai Berangkat ke Arafah pada 25 Mei 2026
“Terutama jemaah jangan grusa-grusu, jangan tergesa-gesa. Jadi menunggu perintah daripada ketua rombongan untuk turun. Jangan sampai turun duluan, sehingga menunggu berjam-jam di bawah,” kata Abdul Wachid, seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima redaksi Kompas.TV, Selasa (19/5).
Wakil Ketua Komisi VIII ini juga menyampaikan bahwa kondisi tersebut berisiko membahayakan jemaah, terutama lansia dan kelompok rentan.
Sebab, jika mereka terburu-buru dan turun mendahului petugas, mereka berpotensi harus menunggu dalam suhu panas ekstrem tanpa perlindungan memadai.
Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pengecekan langsung terhadap pola transportasi dan pengaturan pergerakan jemaah saat fase Armuzna.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan skema keberangkatan berjalan tertib dan tidak menimbulkan penumpukan massa.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- tim pengawas haji
- jemaah haji indonesia
- jemaah calon haji
- haji
- jemaah haji
- timwas haji





