Seekor sapi berwarna coklat yang beratnya lebih dari 1 ton tampak tenang saat dokter hewan memeriksa bagian mulut dan giginya. Sesekali hewan itu menggeleng pelan ketika tangan Drh Wanda Muhammad Nur dan Drh Diah membuka bibir sapi untuk memastikan kondisi kesehatannya. Selain diperiksa kondisi kesehatannya, sapi-sapi di peternakan sapi milik CV Puput Bersaudara di Rangkapan Jaya, Depok, Jawa Barat, itu juga diberi suntikan vitamin, Selasa (19/5/2026).
Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, usia hewan melalui pengecekan gigi, hingga gejala penyakit menular, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lumpy skin disease (LSD). Pemeriksaan itu bukan sekadar memastikan syarat ibadah kurban terpenuhi. Lebih jauh, pemeriksaan dilakukan agar hewan yang nantinya disembelih dan dikonsumsi masyarakat benar-benar berada dalam kondisi sehat dan aman.
Menurut Diah, sapi yang sehat itu ciri-cirinya, antara lain, makannya bagus, tubuhnya gemuk, matanya normal, alat geraknya bagus tidak pincang, dan kondisi kulit bagus atau tidak berpenyakit kulit. ”Daging sapi yang layak konsumsi adalah daging sapi yang dipotong dari sapi yang sehat yang sudah melalui pemeriksaan kesehatan,” tambah Diah. Berdasarkan pemeriksaan reguler, sejauh ini belum ditemukan adanya penyakit di peternakan itu.
Di tengah meningkatnya kebutuhan hewan kurban setiap tahun, kesehatan ternak menjadi bagian penting dari keamanan pangan masyarakat. Sebab, ibadah kurban bukan hanya soal penyembelihan hewan, melainkan juga memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat berasal dari ternak yang sehat dan layak konsumsi.
Kementerian Pertanian menjamin ketersediaan hewan kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi. Berdasarkan data nasional, terdapat surplus 891.320 hewan kurban yang siap didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda menyatakan, ketersediaan hewan kurban tahun 2026 mencapai 3.246.790 ekor. Sementara itu, proyeksi kebutuhan nasional diperkirakan 2.355.470 ekor atau meningkat 3,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya (Kompas, 16/5/2026).
Secara terinci, ketersediaan sapi tercatat 859.268 ekor dengan surplus 67.816 ekor. Untuk kambing, ketersediaan mencapai 1,4 juta ekor dengan surplus 332.861 ekor, sedangkan domba tersedia 935.649 ekor dengan surplus 469.604 ekor. Sisanya merupakan komoditas kerbau yang juga mengalami surplus 21.038 ekor.





