Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menilai Presiden Prabowo Subianto yang akan membacakan langsung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 menjadi tradisi baru. Biasanya, KEM PPKF dibacakan oleh Menteri Keuangan.
Prabowo dijadwalkan hadir langsung dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI hari ini, Rabu (20/5) untuk menyampaikan KEM-PPKF tersebut.
“Ini adalah sebuah tradisi baru dan tentunya begitu tradisi baru ini orang sedang ingin memperhatikan dengan serius apa yang akan menjadi concern presiden di dalam KEM-PPKF ini. Tentunya masyarakat akan menunggu, dan ini akan menjadi sebuah tradisi baru dalam ketatanegaraan kita,” kata Misbakhun di Gedung DPR RI, Jakarta pada Rabu (20/5).
Misbakhun tak menampik kehadiran Prabowo di DPR bakal berpengaruh dengan pergerakan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, tidak bisa dikaitkan langsung dengan KEM PPKF.
“Menurut saya jangan ditarik soal situasi Indeks Harga Saham Gabungan dan pelemahan rupiah itu dalam urusan KEM PPKF. Nilai tukar itu hanya salah satu aspek di dalam kerangka ekonomi makro kita,” ujar Misbakhun.
“Di dalam asumsi makro ekonomi kita itu ada banyak parameter. Nilai tukar itu hanya salah satu. Bahkan Indeks Harga Saham Gabungan tidak ada di sana. Tetapi di saat KEM-PPKF itu kita akan membicarakan secara makro kerangka ekonomi kita di tahun 2027,” tambahnya.
Misbakhun menjelaskan KEM-PPKF akan membahas banyak hal mulai asumsi makro pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar rupiah, Indonesia Crude Price (ICP), sampai soal produksi dan lifting minyak dan gas.
“Kemudian di sana kita juga akan membicarakan soal alokasi secara pagu indikatif untuk kementerian dan lembaga,” tutur Misbakhun.





