Presiden Prabowo Subianto mengutip falsafah Sunda dalam pidatonya saat Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung DPR pada Rabu (20/5).
Awalnya, Prabowo menyebut bahwa rakyat Indonesia menuntut Pemerintah untuk bekerja dengan cepat. Oleh karenanya, Prabowo mengimbau jajarannya untuk tidak berleha-leha.
"Jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engke wae (bagaimana nanti saja)," ucap Prabowo.
"Kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh engké kumaha (nanti bagaimana), bukan kumaha engké (bagaimana nanti)," sambungnya.
Dia pun menyebut bahwa Indonesia harus lebih baik dari negara lain. Sebab, rakyat selalu menuntut agar Pemerintah untuk lebih baik.
"Kalau negara di sekitar kita bisa memberi izin usaha, bisa memberi amdal dalam tiga minggu, kenapa kita harus berbulan bulan? Bahkan tiga tahun?" kata Prabowo.
"Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Rakyat menuntut pemerintah yang benar dan baik. Jangan mentang mentang sudah jadi ASN, tidak bisa diberhentikan," imbuhnya.





