Jakarta, VIVA – Fakta mengejutkan diungkap Polda Metro Jaya soal maraknya aksi kejahatan jalanan di Jakarta. Polisi menyebut sebagian besar komplotan pelaku kriminal yang beraksi di Ibu Kota ternyata berasal dari luar daerah, terutama dari wilayah Sumatra.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imannuddin, mengatakan para pelaku datang dan membentuk jaringan kejahatan yang beroperasi di Jakarta serta kawasan sekitarnya.
“Kelompok yang tadi dipertanyakan, sebagian besar adalah kelompok para pelaku kejahatan dari wilayah Sumatera, kemudian,” tuturnya kepada wartawan, dikutip Rabu, 20 Mei 2026.
Tak hanya dari Sumatra, polisi juga mendapati sejumlah pelaku berasal dari daerah penyangga Jakarta yang ikut masuk dalam jaringan kriminal jalanan.
"Ada juga dari wilayah-wilayah penyangga daerah ibu kota," katanya.
Pernyataan itu disampaikan usai jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap dua tersangka begal berinisial JF dan AS di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Penangkapan berlangsung menegangkan karena kedua pelaku disebut membawa senjata api saat hendak diringkus.
Situasi tersebut membuat polisi mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua tersangka demi mencegah ancaman terhadap warga maupun petugas.
“Demi keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan, kami melakukan tindakan tegas dan terukur,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, JF dan AS ternyata bukan pemain baru. Keduanya mengaku telah menjalankan aksi begal di sedikitnya enam lokasi berbeda di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi.
Polisi kini masih memburu anggota jaringan lainnya yang diduga ikut terlibat dalam serangkaian aksi kriminal tersebut. Polda Metro Jaya pun memastikan tidak akan memberi ruang bagi pelaku begal yang meresahkan masyarakat.
“Kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur kepada para pelaku begal,” kata dia.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 477 KUHP, Pasal 479 KUHP, dan Pasal 306 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.





