REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tina Wiryawati menilai Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda perlu terus diperkuat sebagai ruang pembelajaran budaya bagi generasi muda di Jawa Barat. rMenurutnya, kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung mampu membangun kedekatan emosional anak-anak dengan warisan budaya daerah.
Tina mengatakan, perkembangan teknologi dan budaya populer saat ini membuat generasi muda semakin dekat dengan budaya luar. Karena itu, pengenalan budaya lokal harus dilakukan dengan cara yang menarik dan mudah diterima anak-anak maupun remaja.
“Pelestarian budaya tidak cukup hanya lewat cerita atau pelajaran di sekolah. Anak-anak perlu melihat langsung bagaimana kekayaan budaya Sunda ditampilkan agar muncul rasa memiliki dan bangga terhadap budayanya sendiri,” kata Tina, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai kirab budaya menjadi salah satu metode edukasi yang efektif karena masyarakat dapat menyaksikan langsung berbagai seni tradisional, pakaian adat hingga simbol sejarah Sunda dalam satu rangkaian kegiatan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurutnya, pengalaman melihat budaya secara langsung akan lebih membekas di hati generasi muda dan menjadi bekal penting dalam menjaga identitas daerah di masa depan.
“Kalau anak-anak terlibat atau menyaksikan langsung kegiatan budaya seperti ini, nilai-nilai budaya itu akan lebih melekat dalam jiwa mereka. Ada proses edukasi yang berjalan secara alami,” ujarnya.
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda menjadi bagian dari rangkaian peringatan budaya yang digelar sejak 3 Mei 2026 di Kabupaten Sumedang dan berakhir di Kota Bandung. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai kesenian dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Selain daerah di Jawa Barat, kirab juga diikuti sejumlah perwakilan budaya dari luar daerah seperti Aceh, DKI Jakarta, Surakarta, Yogyakarta, Ponorogo, Tegal dan Brebes. Kehadiran berbagai daerah itu dinilai menunjukkan kuatnya keberagaman budaya dalam bingkai persatuan nasional.