Pencari Kerang di Pesisir Ngemplakrejo Pasuruan Meninggal Tersambar Petir

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pasuruan (beritajatim.com) – Seorang wanita pencari kerang dilaporkan meninggal dunia setelah tersambar petir saat beraktivitas di pesisir perairan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan. Peristiwa nahas ini terjadi ketika korban bersama rombongan nelayan lainnya hendak kembali ke perahu di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Petugas dari Satpolairud Polres Pasuruan Kota segera mendatangi rumah duka untuk melakukan pendataan dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Berdasarkan keterangan di lapangan, insiden tersebut berlangsung sangat cepat saat hujan deras disertai kilat melanda kawasan pesisir pada malam hari.

“Korban terkena petir pada saat akan naik ke perahu di pesisir perairan Ngemplakrejo,” ujar Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota, AKP Edy Suseno, Rabu (20/5). Ia menambahkan bahwa jenazah korban langsung dievakuasi oleh rekan-rekannya sesama pencari kerang menuju rumah duka.

Pihak keluarga telah menyatakan bahwa kejadian ini merupakan musibah murni dan memilih untuk segera memakamkan jenazah tanpa proses otopsi. Surat pernyataan resmi telah ditandatangani oleh keluarga sebagai bentuk keikhlasan atas kepergian korban yang dikenal giat bekerja tersebut.

“Keluarga menyatakan kejadian ini musibah, mereka mengikhlaskan dan tidak bersedia dilakukan visum maupun otopsi,” jelas Edy. Polisi menghormati keputusan tersebut setelah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi mata.

Wilayah perairan Pasuruan memang dikenal memiliki kerawanan tinggi terhadap badai petir, terutama saat memasuki musim penghujan seperti sekarang ini. Para nelayan dan pencari kerang diminta untuk lebih waspada serta segera menepi jika tanda-tanda cuaca buruk mulai muncul di ufuk laut.

Satpolairud terus berkoordinasi dengan masyarakat pesisir untuk meningkatkan sistem peringatan dini terkait keselamatan saat melaut. Pengawasan di titik-titik rawan akan semakin diperketat guna mencegah terulangnya insiden serupa yang membahayakan nyawa warga pesisir.

Kematian Sulicha menjadi duka mendalam bagi komunitas nelayan Mandaranrejo yang setiap hari menggantungkan hidup dari hasil laut. Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh warga akan besarnya risiko pekerjaan di perairan saat kondisi alam tidak bersahabat. (ada/kun)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Program Bank Makanan Jangkau Masyarakat Rentan di Jakarta Timur
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Preview Freiburg vs Aston Villa di Final Liga Europa: Berburu Sejarah
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Sidang Korupsi Sugiri Sancoko Ungkap Pola Korupsi Terstruktur di Pemkab Ponorogo
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Kata KPK soal 2 Tersangka Swasta Kasus Kuota Haji Belum Ditahan
• 15 jam laludetik.com
thumb
Sakit di embarkasi, tiga calon haji dari Ciamis batal ke Tanah Suci
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.