Sejak pagi ribuan orang membawa harapan tinggi ketika memadati tribun Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/5). Mereka datang membawa map berisi dokumen lamaran dan harapan untuk lolos seleksi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di tengah ketatnya persaingan memperoleh pekerjaan.
Tribun yang biasanya dipenuhi sorak penonton pertandingan olahraga berubah menjadi ruang persiapan massal. Peserta berpakaian rapi duduk berderet sambil membaca ulang dokumen dan saling berbincang sebelum tes dimulai. Di sela keramaian itu, panitia berseragam TNI hilir mudik memastikan proses registrasi berjalan lancar.
Seleksi tersebut menjadi bagian dari rekrutmen KDMP dan KNMP yang nantinya ditempatkan di berbagai wilayah Jawa Tengah. Antusiasme peserta terlihat tinggi. Tidak sedikit peserta datang sejak dini hari, bahkan dari luar kota, demi mengikuti tahapan seleksi di Semarang.
Salah satu panitia menyebut jumlah peserta di titik Semarang mencapai sekitar 7.300 orang. Sementara sampai penutupan pedaftaran pada 25 April lalu terdapat 639.732 orang seluruh Indonesia. Nantinya akan memperebutkan 35.476 posisi manajer Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan.
Tampak mereka bergilir dipanggil secara bergelombang untuk memasuki area tes sambil membawa dokumen yang telah diverifikasi. Sementara panitia juga menjelaskan, tahapan awal yang dijalani peserta ialah tes Mental Ideologi (MI). Tes tersebut difokuskan untuk menilai kepribadian, motivasi, loyalitas, hingga kesiapan pengabdian peserta.
Salah seorang peserta, Resti Aisyah Taufidah, mengaku mengetahui informasi seleksi dari media sosial. Perempuan yang kini bekerja di kawasan Pelabuhan Rembang itu rela datang sehari sebelumnya demi mengikuti tahapan tes di Semarang.
”Materinya tentang ideologi dan kepribadian, sulit-sulit gampang, saya ikut KNMP karena lulusan D3,” ujarnya. Resti tiba di Semarang sekitar pukul 06.00 setelah menempuh perjalanan dari Rembang. Ia berharap dapat memperoleh hasil terbaik dan lolos hingga tahap akhir seleksi dan optimis.
Peserta lain, Kunti Lailina Mahmudah, mengaku hanya memiliki waktu belajar semalam karena pengumuman jadwal tes diterima secara mendadak. Menurut dia, jadwal tes yang dimulai sejak pagi membuat peserta harus mempersiapkan diri sejak dini hari.
Ia menyebut setelah tes Mental Ideologi, peserta masih harus menjalani sejumlah tahapan lain seperti tes kesehatan jiwa, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan lanjutan. “Besok ada tes kesehatan lagi, seperti USG dan ambil sampel darah,” ujarnya.
Kunti mengikuti seleksi untuk program Kampung Nelayan Merah Putih. Ia mengaku masih terus mempelajari tugas dan mekanisme kerja program tersebut apabila nantinya dinyatakan lolos.
Menjelang siang, tribun GOR Jatidiri masih dipenuhi peserta yang menunggu giliran tes. Di tengah polemik publik itu tersimpan harapan ribuan orang untuk memperoleh peluang kerja baru melalui program tersebut.





