Prabowo: Selama 34 Tahun Rp 15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor

disway.id
22 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkap praktik manipulasi perdagangan dan pelaporan ekspor. 

Praktik curang ini telah merugikan Indonesia hingga mencapai USD 908 miliar atau Rp 15.400 triliun dalam kurun 34 tahun sejak 1991 hingga 2024.

BACA JUGA:Wilayah Timur Indonesia Mulai Fokus Pembayaran Digital, Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Antre

Prabowo menyebut praktik yang terjadi selama puluhan tahun tersebut berkaitan dengan under-invoicing, under-counting, hingga transfer pricing yang dilakukan sejumlah pelaku usaha melalui perusahaan di luar negeri.

“Selama 34 tahun apa yang terjadi? Yang terjadi adalah apa yang disebut under-invoicing. Under-invoicing sebenarnya fraud atau penipuan,” kata Prabowo saat berpidato pada Rapat Paripurna ke-19 DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, di gedung DPR, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Under-invoicing adalah praktik curang importir atau eksportir yang sengaja melaporkan nilai barang dalam faktur (invoice) lebih rendah dari harga transaksi sebenarnya.

BACA JUGA:Seragam Hijau dan Coklat Kena Sentil Prabowo saat Minta Menteri Tertibkan Bekingan Birokrat

Adapun under-counting adalah istilah yang merujuk pada praktik atau kesalahan pencatatan yang menghasilkan jumlah yang lebih rendah dari angka sebenarnya. 

Dan transfer pricing merujuk pada kebijakan penetapan harga untuk transaksi antara pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa.

Menurut Prabowo, selama puluhan tahun kecurangan-kecurangan itu dibiarkan berlangsung sehingga merugikan negara hingga belasan ribu triliun rupiah.

“Yang dijual oleh pengusaha-pengusaha tidak dilaporkan yang sebenarnya. Banyak di antara mereka membuat perusahaan di luar negeri. Dia jual dari perusahaan dia di dalam negeri ke perusahaan dia di luar negeri yang harganya jauh di bawah harga yang sebenarnya,” kata Presiden.

BACA JUGA:Pidato Prabowo Belum Dongkrak IHSG Hari Ini, Masih Melemah 6.330 saat Penutupan

Prabowo menegaskan praktik tersebut bukan sekadar dugaan, melainkan berdasarkan data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tercatat secara resmi. 

Ia menjelaskan, manipulasi data ekspor mungkin dapat dilakukan di dalam negeri, namun tidak dapat disembunyikan di negara tujuan karena seluruh transaksi tetap tercatat.

“Kita bisa bohong, di pelabuhan Indonesia kita kirim 10.000 ton batu bara. Yang dilaporkan hanya 5.000 ton. Bisa di Indonesia, (tapi) di sana tidak bisa, di sana dicatat,” ujarnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Blusukan Pakai Motor Trail, Kasum TNI Tinjau Perbaikan Jalan dan Huntap Pascabencana di Tapsel
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Kronologi Warga Kena Rekoset saat Penggerebekan Pengoplos Gas Dibekingi Oknum TNI di Bogor
• 21 jam laludetik.com
thumb
Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Jadi Kaya, Tapi Cukup Bisa Makan Tiap Hari
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Guru Honorer Dihapus, AI Masuk Kurikulum: Siapkah Calon Guru?
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenhaj Sebut Lebih dari 100 Ribu Jamaah Haji Indonesia Telah Menyelesaikan Dam
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.