Produksi Migas Medco Melonjak ke 170.000 Boepd pada Kuartal I/2026

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mencatatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 170.000 barel setara minyak per hari (boepd) pada kuartal I/2026. Realisasi itu meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian produksi migas MedcoEnergi pada kuartal I/2026 itu juga terbilang melambung. Sebab, jumlah itu melampaui realisasi produksi sepanjang 2025 yang sebesar 156.000 boepd.

Senior VP Business Support MedcoEnergi Iwan Prajogi mengatakan, capaian tersebut menegaskan peran perseroan dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

"Produksi migas pada Kuartal Pertama 2026 meningkat signifikan dibandingkan total produksi 156.000 boepd pada 2025. Semua proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal," ujar Iwan saat sesi diskusi 'MedcoEnergi Today: Value. Focus. Growth' dalam Indonesia Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026, Rabu (20/5/2026).

Menurut Iwan, keberlanjutan pasokan energi membutuhkan eksekusi proyek yang disiplin, portofolio yang seimbang, serta kemitraan yang kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Lima dekade kemitraan energi Indonesia menjadi fondasi penting untuk melangkah ke era pertumbuhan berikutnya. MedcoEnergi berkomitmen untuk terus mengambil peran melalui pengembangan proyek yang terukur, andal, dan mendukung ketahanan energi nasional,” tambah Iwan.

Dia lantas menjelaskan bahwa di Sumatra Selatan, pengembangan gas terus berlanjut. Corridor PSC berproduksi penuh di bawah kepemilikan 70%, sementara Sakakemang PSC bergerak menuju tahap keputusan investasi akhir (FID) pada kuartal III/2026 dengan produksi perdana ditargetkan 2027. 

Di Sulawesi, Senoro Phase 2A ditargetkan beroperasi penuh pertengahan tahun ini. Di tingkat regional, Bualuang Phase-1 di Thailand dijadwalkan onstream kuartal II/2026. Iwan mengatakan bahwa pihaknya juga memperluas peran strategis melalui operatorship Cendramas PSC di Malaysia yang akan efektif pada September 2026.

Di sektor ketenagalistrikan, Ijen Geothermal bersiap memasuki Phase 2 dengan penambahan 35 megawatt (MW) menuju kapasitas 70 MW. Ekspansi Batam IPP berproses menuju 300 MW, dan Sumbawa Solar PV 26 MWp yang saat ini berada dalam tahap pengkajian potensi ekspansi. 

Menurut Iwan, dengan energi terbarukan kini menyumbang 26% dari total kapasitas terpasang, perseroan berada pada jalur menuju target 30% pada 2030.

Dari sisi keberlanjutan, MedcoEnergi meraih peringkat MSCI ESG “AAA” yang menempatkan Perseroan dalam kelompok 11% perusahaan global di sektor Oil & Gas Exploration & Production yang meraih peringkat tertinggi dari MSCI.

Ke depan, MedcoEnergi menargetkan produksi 165.000-170.000 boepd dan penjualan listrik 4.550 GWh pada 2026. 

"Semua proyek sudah berjalan, dan melalui pendekatan yang disiplin dan terukur, MedcoEnergi berkomitmen untuk terus berkontribusi pada ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi energi secara berkelanjutan," tutup Iwan.

Laba Melonjak 282,34%


Perusahaan dengan kode emiten MEDC ini juga membukukan kinerja laba bersih fantastis. MEDC membukukan laba bersih senilai US$67,38 juta atau sekitar Rp1,16 triliun (asumsi kurs Rp17.305 per US$) pada kuartal I/2026. 

Perolehan tersebut melonjak 282,34% year-on-year (yoy) dibandingkan US$17,62 juta pada periode yang sama 2025. Melansir laporan keuangan Perseroan, MEDC mampu membukukan total pendapatan senilai US$668,30 juta atau setara Rp11,56 triliun. 

Realisasi ini tumbuh 19,24% yoy dibandingkan US$560,47 juta pada kuartal I/2025. Kenaikan pendapatan perseroan sejalan dengan bertambahnya hampir seluruh segmen penjualan MEDC. 

Pada kontrak penjualan migas, MEDC membukukan senilai US$616,51 juta atau tumbuh 20,96% yoy dibandingkan US$509,68 juta pada periode yang sama 2025. Begitu juga pada kontrak penjualan listrik yang tumbuh 20,72% yoy, kontrak operasi dan jasa pelayanan tumbuh 22,39% yoy, dan kontrak penjualan jasa lainnya tumbuh 33,30% yoy. 

Tercatat, hanya segmen kontrak konstruksi yang belum membukukan pendapatan pada paruh pertama tahun ini. Penjualan MEDC masih ditopang oleh kontrak penjualan di dalam negeri yang membukukan penjualan senilai US$374,38 juta pada kuartal I/2026. Sementara itu, ekspor hanya tercatat senilai US$293,92 juta pada periode ini.

Sementara itu, MEDC membukukan beban pokok pendapatan yang meningkat 31,81% yoy menjadi US$436,57 juta per Maret 2026. Meski demikian, laba kotor yang mampu dibukukan perseroan masih bertumbuh menjadi US$231,73 juta. 

Alhasil, setelah dikurangi berbagai pajak dan beban lainnya, MEDC mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai US$67,38 juta pada periode Januari—Maret 2026.

Baca Juga

  • Medco (MEDC) Beroperasi 20 Tahun di Oman, Produksi 110 Juta Barel Minyak
  • Medco Energi (MEDC) Raup Laba Bersih Rp1,16 Triliun, Melonjak 282% Kuartal I/2026
  • Medco (MEDC) Bakal Lepas 150 Juta Saham Hasil Buyback untuk ESOP dan MSOP

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember soal Anggotanya Main Gim Saat Rapat: Belum Kasih Makan Sapi
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo ingin hukum adil dan kesejahteraan dirasakan seluruh rakyat
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Sita Pengembalian Uang Ratusan Juta dari Eks Staf Ahli Menhub Terkait Korupsi DJKA
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Manfaat Rutin Minum Teh Jahe Setiap Pagi
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prabowo Longgarkan Aturan Dana Hasil Ekspor Migas, Maksimal Hanya Wajib Setor 30 Persen
• 4 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.