Menteri HAM Nilai Tembak Begal di Tempat Bertentangan dengan Prinsip HAM

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bandung, tvOnenews.com - Pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang meminta seluruh polda berani mengambil tindakan tegas terhadap pelaku begal, termasuk tembak di tempat menjadi sorotan publik. 

Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menegaskan bahwa tindakan penembakan tanpa melalui proses hukum bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia (HAM).

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri HAM Natalius Pigai di Bandung pada Rabu 20 Mei 2026. 

Piagai menilai aparat penegak hukum tidak boleh melakukan penembakan mati terhadap pelaku begal tanpa prosedur hukum yang jelas dan sesuai aturan yang berlaku.

Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai di Bandung pada Rabu 20 Mei 2026.
Sumber :
  • Cepi Kurnia/tvOne

Bahkan, menurutnya pelaku kekerasan maupun teroris sekalipun harus ditangkap hidup-hidup karena memiliki peran penting dalam proses penyidikan. 

"Selain untuk menjaga hak hidup seseorang, pelaku juga dinilai menjadi sumber informasi penting bagi aparat penegak hukum," kata Pigai, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, keterangan dari pelaku dapat membantu aparat dalam mengungkap jaringan kejahatan, motif tindakan kriminal, hingga sumber pemicu tindak pidana yang terjadi.

Pigai juga menyoroti munculnya dukungan masyarakat terhadap aksi tembak di tempat. 

Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi oleh masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai hak asasi manusia. 

"Bahwa negara maupun individu tidak memiliki hak untuk merampas nyawa seseorang tanpa prosedur hukum yang sah," katanya.

Meski demikian, pemerintah tetap memiliki kewajiban menjaga keamanan masyarakat. Karena itu, aparat diminta meningkatkan pengamanan wilayah agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Menteri HAM juga mengingatkan aparat agar tetap mengedepankan prosedur hukum dalam setiap tindakan penegakan hukum. 

Ia menilai penembakan mati terhadap pelaku justru dapat menghilangkan sumber informasi penting dalam proses penyidikan.

Terkait adanya pernyataan pejabat kepolisian yang menyebut akan menembak mati pelaku kriminal, Pigai menilai ucapan tersebut dapat menjadi persoalan hukum apabila benar-benar diterapkan di lapangan.

Pigai meminta aparat tetap mengutamakan penangkapan dan proses hukum sesuai prinsip hak asasi manusia, sembari memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.

Sementara itu, kasus kriminal dan begal di sejumlah daerah belakangan kembali marak terjadi. Para pelaku bahkan tidak segan melukai korban saat beraksi. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Geografis RI Sangat Strategis, Puluhan Persen Perdagangan Dunia Melalui Perairan Kita
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
DPR Resmi Mulai Revisi UU Polri, Jabatan Polisi di Luar Institusi Disorot
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sektor Migas Dikecualikan dari Badan Ekspor dan Aturan DHE
• 18 jam lalukompas.id
thumb
3 Pekerja Kapal Tongkang Tewas di Jambi, Diduga akibat Gas Beracun
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Ingin Perusahaan Swasta Lebih Besar, Puji Indofood hingga Es Teler 77
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.