Pantau - Klaim di media sosial Facebook yang menyebut Presiden Prabowo Subianto bersama TNI memblokade Selat Malaka hingga memicu kemarahan Amerika Serikat dan membuat Malaysia serta Singapura terancam bangkrut dipastikan tidak benar atau hoaks.
Narasi tersebut menyebut Indonesia menutup jalur perdagangan internasional di Selat Malaka sehingga memicu kepanikan global dan krisis ekonomi di negara tetangga.
Unggahan itu juga memuat kalimat provokatif berbunyi, “PRABOWO BERANI!!!! SEGEL SELAT MALAKA YANG NOTABENE SINGAPURA DAN MALAYSIA JADI BANGKRUT TOTAL.”
Tidak Ada Kebijakan Resmi Penutupan Selat MalakaBerdasarkan penelusuran ANTARA, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia atau TNI terkait penutupan maupun blokade Selat Malaka.
Faktanya, Selat Malaka merupakan jalur pelayaran internasional yang diatur hukum laut internasional dan tetap terbuka untuk aktivitas perdagangan global.
Pemerintah Indonesia juga menegaskan komitmennya menjaga kebebasan navigasi dan kelancaran arus perdagangan internasional di kawasan tersebut.
Aktivitas pelayaran di Selat Malaka hingga kini juga terpantau berjalan normal tanpa gangguan akibat kebijakan Indonesia.
Gambar dalam Unggahan Disebut Tidak BerkaitanANTARA juga menemukan gambar dalam unggahan tersebut merupakan gabungan dari beberapa foto yang diambil dari sumber berbeda.
Foto Presiden Prabowo berasal dari pemberitaan CNN Indonesia terkait agenda kepresidenan, sedangkan gambar Donald Trump diambil dari pemberitaan ABC News mengenai politik Amerika Serikat.
Sementara itu, foto Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berasal dari unggahan Astro AWANI yang membahas agenda pemerintahan Malaysia.
Ketiga gambar tersebut dipastikan tidak memiliki keterkaitan dengan narasi penutupan Selat Malaka.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo dan TNI memblokade Selat Malaka hingga memicu kemarahan Malaysia dan Amerika Serikat dipastikan hoaks.



