Jakarta, VIVA – Indeks harga saham gabungan dibuka menghijau pada perdangangan pagi ini. Berdasarkan data perdagangan bursa IHSG dibuka naik sebesar 47,98 poin (0,76%) ke posisi 6.366,48.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini. "IHSG berpotensi short term teknikal rebound ke 6.400-6.450, tapi untuk sell on high karena masih berpotensi lanjut koreksi," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 21 Mei 2026.
Dia mengatakan, bursa saham Asia kembali turun pada perdagangan Rabu kemarin, menandai penurunan selama empat sesi berturut-turut di tengah lonjakan imbal hasil obligasi AS dan kekhawatiran inflasi akibat ketegangan geopolitik.
Selain itu, pasar menanti laporan keuangan perusahaan chip AI Nvidia. Di sisi lain, kondisi tersebut menekan pasar saham global, karena kenaikan yield membuat biaya pendanaan perusahaan menjadi lebih mahal dan mengurangi daya tarik aset berisiko.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,23 persen, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,57 persen, CSI 300 China turun tipis 0,04 persen, dan Taiex Taiwan berkurang 0,49 persen.
Kemudian indeks KOSPI Korea Selatan melemah 0,86 persen, dan ASX 200 Australia menurun 1,26 persen. Di domestik, BI menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen.
"Support IHSG berada di level 6.000-6.200 sementara resist IHSG di rentang 6.400-6.450," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup rebound pada perdagangan Rabu kemarin seiring meredanya kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Sentimen pasar turut didorong optimisme bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi segera mereda. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,31 persen, S&P 500 melesat 1,08 persen, dan Nasdaq Composite meningkat 1,54 persen.





