REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Seorang sumber militer Iran kepada RIA Novosti mengatakan, Iran memiliki senjata canggih yang belum digunakan di medan perang dalam konfliknya dengan AS dan Israel. Pada 18 Mei, dengan mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, CNN melaporkan bahwa Pentagon telah menyiapkan daftar target serangan di Iran jika Presiden AS Donald Trump memberi perintah untuk melanjutkan serangan terhadap negara tersebut.
"Kami telah memproduksi senjata canggih di dalam negeri yang belum digunakan di medan perang dan belum diuji coba," kata sumber Iran tersebut, mengomentari kesiapan Iran untuk kemungkinan serangan AS berikutnya.
Baca Juga
Militer Iran Siapkan Kejutan Buat Amerika, Menlu Araghchi: Kita yang Pertama Tembak Jatuh F-35 AS
Laporan NYT: AS-Israel Ingin Tempatkan Mahmoud Ahmadinejad Jadi Presiden Iran
Jet AS Terancam, Laporan: Teheran Sudah Petakan Pola Penerbangan AS di Langit Iran
Menurut sumber tersebut, Teheran tidak kekurangan aset yang siap digunakan untuk menangkis serangan. "Dalam hal peralatan dan kemampuan pertahanan, kami tidak kekurangan apa pun yang akan menghalangi kami untuk membela negara kami. Kali ini, kami tidak berniat untuk menahan diri," kata sumber tersebut.
Pada Rabu (20/5/2026), Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan bahwa agresi baru AS dan Israel terhadap Iran akan memicu sebuah perang yang luas melebihi kawasan Timur Tengah. IRGC menegaskan, Iran akan melancarkan serangan balasan yang tak diharapkan musuh.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dalam pernyataan dengan kalimat yang keras dikutip Mehr News, Rabu (20/5/2026), IRGC menyebut "musuh Amerika-Zionis", dengan mengatakan bahwa Washington dan Israel telah gagal belajar dari kekalahan strategis berulang dan lagi-lagi menebar ancaman. IRGC mengatakan, meski AS dan Israel melancarkan serangan dengan kekuatan penuh pada perang lalu, Iran belum mengerahkan kapabilitas penuh dalam membalas.
Jika agresi berulang, IRGC menegaskan, "perang di kawasan yang sebelumnya dijanjikan kali ini akan diperluas melebihi kawasan (Timur Tengah), dan pukulan telak kami akan membawa kalian ke kerusakan berkeping-keping yang tidak bisa anda bayangkan."
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)