OJK Ungkap Perempuan Rentan Jadi Korban Investasi Bodong dalam Forum Ekonomi di Makassar

terkini.id
6 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap perempuan, khususnya ibu rumah tangga, menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban investasi bodong dan pinjaman online ilegal akibat rendahnya literasi keuangan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam forum edukatif bertajuk “Bincang Ekonomi: Mengelola Uang di Tengah Dinamika Global, Seberapa Aman Tabungan Kita?” yang digelar Tiga Warna Media Network di Makassar Creative Hub, Pantai Losari, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia (BI), OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta diikuti sekitar seratus peserta dari kalangan ibu rumah tangga.

Hadir sebagai pembicara yakni Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sulselbar Meilthon Purba, Ekonom Senior Bank Indonesia Sulawesi Selatan Arief Noor Rachman, serta Hanifah Nur Laili dari Divisi Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Kelembagaan LPS III Makassar. Diskusi dipandu Dr A Widya Syadzwina SE MIKom.

Acara turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Dr Muhammad Roem SSTP MSi sebagai keynote speaker sekaligus melaunching kehadiran Tiga Warna Media Network di Makassar.

Dalam pemaparannya, Meilthon Purba mengatakan rendahnya literasi keuangan membuat masyarakat mudah terjebak berbagai modus penipuan keuangan, mulai investasi ilegal hingga pinjaman online ilegal.

“Perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban investasi ilegal dan pinjol. Karena itu literasi keuangan sangat penting,” ujarnya.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 66,46 persen. Sementara itu, OJK menerima lebih dari 872 ribu laporan rekening yang diindikasikan terkait penipuan.

Meilthon menekankan pentingnya langkah sederhana dalam mengelola keuangan keluarga, seperti mencatat pengeluaran, menyisihkan uang secara disiplin, serta memahami risiko penggunaan produk keuangan.

“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membiasakan mencatat pengeluaran dan menyisihkan uang secara disiplin,” tambahnya.

Sementara itu, Ekonom Senior BI Sulsel Arief Noor Rachman menjelaskan kondisi ekonomi global saat ini masih dipenuhi ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perang dagang, hingga tekanan ekonomi dunia yang berdampak pada pasar keuangan internasional.

Menurutnya, ketidakpastian global membuat masyarakat cenderung menyimpan aset dalam bentuk dolar Amerika Serikat sehingga memengaruhi penguatan kurs dolar terhadap rupiah.

Meski demikian, Arief menegaskan ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang baik. Pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen, meningkat dibanding Triwulan IV-2025 sebesar 5,39 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap resisten di tengah gejolak global dan ditopang oleh konsumsi rumah tangga,” ujarnya.

Ia menambahkan Bank Indonesia terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan moneter dan pengawasan sistem keuangan agar sektor perbankan tetap sehat sehingga tabungan masyarakat aman.

“Bank Indonesia bertugas memastikan sektor perbankan tetap sehat dan stabil sehingga tabungan masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Dari sisi perlindungan simpanan, Hanifah Nur Laili mengingatkan masyarakat pentingnya disiplin mengatur pemasukan dan pengeluaran rumah tangga di tengah meningkatnya biaya hidup.

“Kita harus mencatat bukan hanya pengeluaran, tapi juga pemasukan. Kalau pemasukan lebih besar daripada pengeluaran, baru bisa menabung,” ujarnya.

Hanifah juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak gaya hidup konsumtif maupun fenomena fear of missing out (FOMO) yang mendorong penggunaan pinjaman online secara berlebihan.

“Tidak masalah memanfaatkan pinjol, asalkan bertanggung jawab. Kuncinya adalah hindari FOMO dan bedakan kebutuhan dengan keinginan,” katanya.

Ia turut menjelaskan peran LPS dalam menjamin simpanan masyarakat di bank hingga Rp2 miliar per nasabah per bank selama memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Simpanan akan dijamin LPS apabila tercatat di pembukuan bank, tingkat bunganya tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, dan tidak terkait kegiatan yang melanggar hukum,” jelas Hanifah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, mengatakan pertanyaan mengenai keamanan tabungan kini semakin sering muncul di tengah maraknya informasi simpang siur terkait kondisi ekonomi dan kasus penipuan digital.

“Hari ini kita berbicara tentang seberapa aman tabungan kita. Pertanyaan ini sekarang paling sering muncul di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan ekonomi keluarga karena menjadi pihak yang paling dekat dengan pengelolaan keuangan sehari-hari.

Forum berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan peserta terkait keamanan tabungan, pengelolaan keuangan rumah tangga, hingga maraknya investasi bodong dan pinjaman online ilegal.

Ketua Tiga Warna Media Network, Nur Rachmat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen media menghadirkan edukasi publik yang mudah dipahami masyarakat.

“Media tidak hanya hadir menyampaikan berita cepat, tetapi juga harus memberi dampak edukatif bagi masyarakat,” ujarnya.

Tiga Warna Media Network terdiri atas Luminasia.id, Karebanusa.com, dan Infokejadianmakassar.com.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Makassar, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Bank Indonesia, OJK, LPS, Universitas Muhammadiyah Makassar, serta Kalla Toyota.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pasar Tumpah Veteran Utara Ditutup, Pedagang Direlokasi ke Mallengkeri
• 2 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Dasco Kepergok Bilang "Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi", Pengamat: Ada Apa dengan Dasco dan Jokowi?
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Harga Pangan Kamis 21 Mei 2026: Cabai Melonjak Tajam, Daging Sapi Ikut Merangkak Naik
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
GREAT Institute Apresiasi Pidato Prabowo di DPR, Kembali pada Amanat Konstitusi
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Viral Pedagang di Jaktim Diteror Kotoran Sapi, Korban Diimbau Lapor Polisi
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.