Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus menegaskan, penguatan demokrasi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikannya dalam Acara Kick Off Evaluasi Nasional Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Ballroom Hotel Horison Ultima Sentraland, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (21/5/2026).
Wiyagus menjelaskan, Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya alam, bonus demografi, serta keberagaman sosial dan budaya yang menjadi kekuatan utama bangsa. Namun demikian, besarnya potensi tersebut memerlukan fondasi demokrasi yang kuat agar pembangunan dapat berjalan secara adil, partisipatif, dan berkelanjutan.
Advertisement
"Karena demokrasi bisa menjadi perekat kebangsaan, kemudian juga menjadi instrumen untuk memastikan bahwa pembangunan ini berjalan secara adil, kemudian juga partisipatif dan berkelanjutan," ujar Wiyagus.
Menurutnya, demokrasi yang sehat akan memperkuat stabilitas pemerintahan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah. Sebaliknya, melemahnya kualitas demokrasi berpotensi menimbulkan polarisasi sosial hingga menghambat pencapaian pembangunan nasional.
"Demokrasi yang kita bangun juga harus bergerak menuju demokrasi substantif, yaitu demokrasi yang menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat, dan memperkuat efektivitas pembangunan nasional," tegasnya.




