Jakarta, tvOnenews.com - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) resmi memulai rangkaian UI Half Marathon 2026 (UIHM 2026) melalui konferensi pers di Kopitagram Centang Biru Ampera, Rabu (20/5/2026) kemarin.
Mengangkat tema “Beyond the Finish Line: Melangkah Melampaui Batas”, ajang lari tahunan ini akan memadukan olahraga, sejarah bangsa, inovasi digital, dan kontribusi sosial bagi masyarakat.
Peluncuran tersebut sekaligus menjadi tanda dimulainya pendaftaran peserta melalui situs resmi UIHM 2026. Pada tahap awal, panitia membuka penjualan tiket early bird secara terbatas bagi para pecinta lari.
Sekretaris Jenderal ILUNI UI, Masyita Crystallin, mengatakan UIHM telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan, tidak hanya oleh alumni UI, tetapi juga komunitas lari dan masyarakat umum.
Menurutnya, UIHM 2026 bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga bentuk kampanye hidup sehat sekaligus event berbasis tujuan sosial dengan penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
“UIHM menjadi event tahunan yang secara konsisten dihadiri oleh ribuan orang. Bahkan trennya terus meningkat. Kami berharap UIHM tidak hanya menjadi kompetisi olahraga saja tapi juga sebuah momentum kolektif untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat. Selaras dengan tiga pilar utama ILUNI UI—Sambung, Setara, Solutif—kegiatan ini juga menjadi platform kontribusi sosial yang terukur, di mana seluruh rangkaian acaranya mencakup aksi nyata seperti pemberian beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Universitas Indonesia serta pelaksanaan program pelatihan informal,” tutur Masyita, dikutip Kamis (21/5/2026).
Ketua Pelaksana UIHM 2026, Hersal Hermana Putra, menambahkan tema “Beyond the Finish Line” memiliki makna lebih luas dibanding sekadar perlombaan mengejar medali.
"UIHM 2026 diluncurkan bertepatan dengan momen Hari Kebangkitan Nasional sebagai manifestasi modern dari napak tilas perjuangan dan ketangguhan mental yang diwariskan oleh sejarah besar bangsa kita, mulai dari semangat kebangkitan pemuda di selasar STOVIA pada tahun 1908, ikrar persatuan Sumpah Pemuda 1928, hingga Kemerdekaan 1945."
"Melalui tema ini, kami mengajak setiap pelari untuk bergerak lebih jauh, melampaui batas fisik, demi menciptakan kebermanfaatan dan dampak sosial yang lebih luas bagi sesama," paparnya.




