Ketika Bojan Hodak yang Sulit Patahkan Taktik Mario Lemos: Alasan Persijap Jepara Bisa Permalukan Persib Bandung di GBLA

harianfajar
18 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, BANDUNG — Di atas kertas, Persib Bandung memang lebih diunggulkan saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5). Bermain di kandang sendiri, didukung puluhan ribu Bobotoh, dan berada di ambang gelar juara Super League membuat Maung Bandung tampak memiliki semua keuntungan.

Namun sepak bola sering kali tak berjalan sesuai prediksi.

Di balik atmosfer pesta yang mulai terasa di Bandung, tersimpan ancaman serius yang tak boleh diremehkan oleh pasukan Bojan Hodak. Sebab, lawan yang datang kali ini bukan sekadar tim promosi biasa. Persijap Jepara justru menjadi salah satu tim yang pernah membuat Persib benar-benar frustrasi musim ini.

Dan sosok di balik itu adalah Mario Lemos.

Pelatih asal Portugal tersebut perlahan membangun reputasi sebagai peracik strategi yang sulit ditebak. Bersama Persijap, Mario Lemos mampu menghadirkan identitas permainan yang disiplin, agresif, dan sangat efektif saat menghadapi tim besar.

Bahkan, Persib sudah merasakan langsung bagaimana rumitnya membongkar permainan Persijap pada putaran pertama lalu.

Saat bertemu di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Agustus 2025, Persib secara mengejutkan tumbang 1-2. Kekalahan itu bukan sekadar hasil buruk biasa, melainkan gambaran bagaimana taktik Mario Lemos sukses membuat permainan Maung Bandung kehilangan arah.

Kala itu, Persijap tampil tanpa rasa takut. Mereka tidak membiarkan Persib nyaman menguasai ritme permainan. Tekanan cepat di lini tengah, transisi menyerang yang efisien, dan keberanian duel satu lawan satu membuat Persib kesulitan mengembangkan permainan.

Skema itu menjadi salah satu contoh bahwa Mario Lemos memahami cara menghadapi tim dengan kualitas individu lebih baik.

Ia tahu Persijap tidak bisa bertarung dengan kualitas pemain semata. Karena itu, kekuatan kolektif menjadi senjata utama. Organisasi permainan mereka terlihat rapi, terutama ketika bertahan dalam blok menengah dan melakukan serangan balik cepat.

Hal tersebut pula yang kini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Persib Bandung.

Sebab, pertandingan di GBLA nanti bukan hanya soal tiga poin. Ini adalah laga penentu gelar juara Super League. Tekanan besar otomatis berada di pihak Persib. Dan dalam situasi seperti itu, tim tamu justru sering bermain lebih lepas.

Penyerang Persib, Ramon Tanque, bahkan sudah mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak memandang sebelah mata Persijap.

Menurutnya, seluruh tim di Super League memiliki kualitas yang mampu menyulitkan siapa saja, termasuk Persib sendiri.

“Saya rasa Persijap adalah tim yang sangat kuat. Semua pertandingan melawan Persib selalu sulit, baik kandang maupun tandang,” ujarnya.

Ucapan Ramon bukan tanpa alasan. Ia pernah merasakan langsung kerasnya permainan Persijap di putaran pertama. Saat itu, Ramon baru menjalani debut bersama Persib dan masuk pada awal babak kedua menggantikan Berguinho.

Namun, penampilan striker bernomor punggung 98 tersebut jauh dari kata maksimal.

Statistik pertandingan menunjukkan Ramon gagal melepaskan satu pun tendangan tepat sasaran. Ia juga kesulitan menemukan ruang di area pertahanan Persijap yang tampil sangat disiplin.

Kondisi itu memperlihatkan bagaimana efektifnya sistem pertahanan yang dibangun Mario Lemos.

Persijap memang bukan tim dengan deretan pemain bintang. Namun mereka punya semangat kolektif yang sangat kuat. Dan sering kali, tim seperti inilah yang justru berbahaya dalam laga besar.

Apalagi Persib datang dengan tekanan wajib menang.

Secara psikologis, situasi tersebut bisa menjadi pisau bermata dua. Jika mampu mencetak gol cepat, Persib mungkin akan bermain lebih nyaman. Tetapi jika pertandingan berjalan alot dan Persijap mampu bertahan disiplin, tekanan dari tribun dan ambisi juara bisa berubah menjadi beban mental bagi tuan rumah.

Di sinilah kecerdikan Mario Lemos kemungkinan kembali diuji.

Pelatih asal Portugal itu tampaknya memahami bahwa cara terbaik menghadapi Persib adalah membuat mereka frustrasi lebih dulu. Memutus aliran bola lini tengah, memperlambat tempo permainan, lalu menyerang lewat transisi cepat menjadi pola yang sebelumnya sukses mereka jalankan.

Sementara itu, Bojan Hodak menghadapi tantangan berbeda. Ia harus memastikan para pemain Persib tetap tenang dan tidak terburu-buru mengejar kemenangan.

Sebab dalam pertandingan penuh tekanan, kesabaran sering kali menjadi faktor penentu.

Persib memang memiliki kualitas individu lebih baik. Mereka punya kedalaman skuad, pengalaman, dan dukungan suporter luar biasa. Namun Super League musim ini sudah berkali-kali membuktikan bahwa tim besar tetap bisa terluka ketika menghadapi lawan yang bermain disiplin dan terorganisasi.

Persijap Jepara datang ke Bandung bukan sekadar untuk menjadi pelengkap pesta juara. Mereka membawa modal penting: kepercayaan diri karena pernah mempermalukan Persib sebelumnya.

Dan jika Bojan Hodak gagal menemukan cara mematahkan taktik Mario Lemos, bukan tidak mungkin kejutan kembali terjadi di GBLA.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Duh, Neymar Cedera Lagi! Bagaimana Nasibnya di Piala Dunia 2026?
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Replika Kursi Firaun yang Dirampas dari Jimmy Sutopo Sudah Terjual
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo Panggil Purbaya hingga Eks Bos BI ke Istana, Ada Apa?
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 400 Karung Pakaian Bekas Ilegal di Perairan Batubara
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Banyak yang Tak Tahu, Daging Kambing Ternyata Bukan Penyebab Darah Tinggi, Dokter Bongkar Faktanya
• 21 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.