Surabaya (beritajatim.com) – Arema FC bertekad menutup kompetisi Super League 2025/2026 dengan hasil maksimal. Singo Edan akan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (22/5/2026) sore.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos menegaskan bahwa timnya tidak menganggap pertandingan tersebut sekadar formalitas penutup musim. Pelatih asal Brasil itu menyebut seluruh pemain tetap memiliki motivasi tinggi untuk meraih tiga poin.
“Pikiran kami adalah untuk menang. Tidak ada yang namanya pertandingan persahabatan. Kami ingin mengakhiri musim di kandang dengan kemenangan,” ujar Marcos Santos.
Arema FC datang dengan modal positif setelah mencatat dua kemenangan beruntun pada laga sebelumnya. Tren tersebut ingin dipertahankan agar tim bisa menutup musim dengan catatan manis.
Marcos Santos juga menyampaikan apresiasinya kepada Aremania dan media yang terus memberikan dukungan sepanjang kompetisi berlangsung.
Meski demikian, pelatih berusia 46 tahun itu mengakui posisi Arema FC di klasemen belum sesuai harapan tim. Karena itu, kemenangan pada laga terakhir dianggap penting untuk memperbaiki posisi akhir.
“Tentu kami tidak puas dengan posisi di klasemen. Kami ingin memberikan posisi yang lebih baik di pekan terakhir ini,” ucapnya.
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta datang ke Malang dengan misi menembus sepuluh besar klasemen akhir Super League 2025/2026. Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel mengatakan bahwa target tersebut hanya bisa tercapai apabila timnya mampu mengalahkan Arema FC.
“Saya menginginkan tim ini mengakhiri kompetisi di 10 besar liga dan tentunya itu semua bisa tercapai apabila mengalahkan Arema,” kata Jean Paul Van Gastel.
Saat ini Arema FC dan PSIM sama-sama mengoleksi 45 poin dari 33 pertandingan. Namun Arema berada satu tingkat di atas PSIM karena unggul produktivitas gol.
Arema FC telah mencetak 50 gol dan kebobolan 46 kali sepanjang musim ini. Sementara PSIM baru mengoleksi 42 gol dengan 41 kali kebobolan.
Jean Paul menilai laga melawan Arema akan menjadi pertandingan penting bagi timnya karena kedua tim memiliki poin identik.
“Pertandingan ini penting bagi kami. Sebab Arema memiliki poin yang sama dengan kami,” ujarnya.
Pelatih asal Belanda itu juga memastikan para pemain PSIM akan mendapatkan waktu pemulihan setelah kompetisi berakhir. Menurutnya, masa libur diperlukan agar kondisi pemain kembali optimal sebelum memasuki persiapan musim depan.
“Pemain memang harus recovery kondisinya masing-masing dan setelah itu baru kami akan memberikan program agar kondisi mereka tetap fit,” ungkapnya. (faw/but)




