Kalista Group Bantu Transjakarta Percepat Bus Listrik

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
DKI Jakarta: Ajang Busworld Southeast Asia 2026 menjadi momentum penting bagi percepatan elektrifikasi transportasi publik di Indonesia. PT Kalista Nusa Armada (Kalista Group) bersama PT Energi Makmur Buana (INVI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan tiga operator Transjakarta.
 
Mereka adalah PT Biro Perjalanan Wisata Pahala Kencana, PT Bayuholong Persada, dan Koperasi Jasa Angkutan Arief Rachman Hakim.
 
Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung target elektrifikasi penuh lebih dari 10.000 armada Transjakarta pada 2030 melalui pendekatan fleet-as-a-service (FaaS) dan model layanan by the service (BTS).

Dalam kerja sama ini, Kalista berperan sebagai penyedia solusi ekosistem kendaraan listrik komersial terintegrasi, sementara INVI bertindak sebagai penyedia armada kendaraan listrik komersial. Adapun ketiga operator Transjakarta akan menjadi bagian dari implementasi operasional bus listrik di lapangan. Baca Juga:
Tingginya Populasi Kendaraan Dorong Permintaan Suku Cadang Asli
Model kolaborasi ini dirancang untuk menjawab sejumlah tantangan utama dalam implementasi kendaraan listrik di sektor transportasi publik, mulai dari tingginya investasi awal, kebutuhan pembangunan infrastruktur pengisian daya, hingga keberlanjutan operasional armada.
 
Kolaborasi tersebut juga menjadi pembahasan utama dalam sesi talkshow bertajuk “Sinergi Wujudkan 100% Transportasi Publik Berbasis Listrik” di Busworld Southeast Asia 2026. Diskusi itu menyoroti urgensi percepatan elektrifikasi transportasi publik di tengah kebutuhan efisiensi energi dan target dekarbonisasi nasional.
 
“Tantangan utama operator terletak pada tingginya investasi awal dan kebutuhan pembangunan infrastruktur. Karena itu, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi penting, mengingat elektrifikasi transportasi publik di Indonesia terus berkembang. Transjakarta, misalnya, menargetkan 100% elektrifikasi pada 2030 dengan lebih dari 10.000 armada," ujar Direktur Pengembangan Bisnis Kalista Group, Yoga Adiwinarto, melalui keterangan resminya.
 
Ia menambahkan bahwa di sinilah Kalista berperan sebagai enabler untuk mempercepat dan mempermudah adopsi EV bagi operator. Alih-alih mengharuskan operator melakukan investasi besar di awal, model layanan ini memungkinkan transisi menuju armada listrik dilakukan dengan risiko lebih rendah.
 
Tentunya melalui model operating lease dan dukungan ekosistem yang lebih komprehensif, mulai dari pemilihan kendaraan, pemasangan infrastruktur pengisian daya, perawatan berkala, hingga dukungan operasional. Baca Juga:
Saatnya Nyobain Ragam Mobil Dual Mode di BYD Tech Culture Fest
"Hingga saat ini, Kalista mengoperasikan sebanyak 26 bus listrik di Transjakarta dengan hasil positif setelah lebih dari dua tahun operasional, termasuk efisiensi biaya energi hingga 75% dan pengurangan emisi sebesar 28% dibandingkan bus konvensional." 
 
Dalam implementasinya, Kalista mengintegrasikan armada dengan Fleet Management System (FMS) Kalista melalui K-Move Dashboard. Sistem tersebut memungkinkan pemantauan operasional secara real-time dan memberikan visibilitas menyeluruh terhadap pola penggunaan kendaraan.
 
Dari sisi kendaraan, INVI melakukan pengujian unit bus listrik merek HIGER tipe high deck 12-meter dan 7,5-meter selama tiga bulan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan tanpa penumpang untuk menguji aspek teknis seperti GPS, announcer, dan running text. Selanjutnya, pengujian dilakukan di koridor 6B rute Ragunan–Balai Kota.
 
Hasil uji coba unit 12-meter menunjukkan performa positif dengan konsumsi energi mencapai 0,8 km/kWh, sementara unit 7,5-meter masih menjalani proses pengujian.
 
"Bagi INVI kolaborasi menjadi hal yang sangat krusial dalam menciptakan layanan transportasi publik yang efisien dan efektif. Kami memahami bahwa transportasi publik memiliki peran vital dalam mobilitas masyarakat Jakarta, oleh karena itu, kami sebagai distributor terintegrasi selalu berupaya untuk menekan breakdown yang dapat terjadi melalui SLA perawatan, dukungan mekanik tersertifikasi standar HIGER, ketersediaan suku cadang, serta penerapan standar HSE agar operasional harian selalu terjaga," ujar Direktur Utama INVI, Alif Sasetyo.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sukses Besar, Kejagung Raup Hampir Rp1 Triliun dari Lelang BPA Fair 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Profesional Nahdliyin dukung konsep ekonomi patriotik Presiden Prabowo
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Turki berupaya pulangkan warganya yang ditahan Israel
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Menhub: Penanganan 1.638 Pelintasan Sebidang Hanya Butuh Rp 800 Miliar dari Anggaran Rp 4 Triliun
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Cegah PMK, 215 Pasar Tiban Hewan Kurban di Sleman Diawasi
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.