JAKARTA, KOMPAS.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta masih menelusuri asal-usul monyet liar yang menyerang seorang anak perempuan di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Kepala BKSDA Jakarta Marwan Shofa mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pengecekan bersama sejumlah pihak terkait untuk memastikan asal kelompok monyet ekor panjang tersebut.
“BKSDA Jakarta saat ini mencoba melakukan penelusuran dan verifikasi lapangan bersama pihak terkait guna memastikan asal-usul kelompok satwa tersebut,” ujar Marwan dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Monyet Liar Tiba-tiba Serang Bocah 9 Tahun di Marunda Jakut, Luka 30 Jahitan
Ia menjelaskan, penelusuran dilakukan untuk memastikan apakah kelompok monyet tersebut memang memiliki habitat alami di wilayah tersebut atau perpindahan kelompok satwa.
“Penentuan asal populasi satwa tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan dugaan, melainkan harus didukung melalui observasi lapangan, pemetaan koridor habitat, pola pergerakan satwa, serta kajian ekologis lainnya,” kata dia.
Secara ekologis, monyet ekor panjang merupakan satwa liar dengan kemampuan adaptasi tinggi dan dapat ditemukan di berbagai wilayah, mulai dari kawasan mangrove, sempadan sungai, hutan sekunder, hingga area perkotaan yang berdekatan dengan aktivitas manusia.
"Di wilayah Jabodetabek sendiri, keberadaan monyet ekor panjang tercatat di beberapa kawasan penyangga, termasuk area mangrove, bantaran sungai, dan ruang terbuka hijau yang masih memiliki koridor ekologis," ujar Marwan.
Pihak BKSDA Jakarta akan melakukan koordinasi lintas wilayah apabila terdapat indikasi pergerakan satwa dari kawasan penyangga di luar DKI Jakarta.
"BKSDA Jakarta juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu agresivitas satwa, tidak memberi pakan secara langsung, serta segera melaporkan kepada petugas apabila ditemukan keberadaan satwa liar yang berpotensi menimbulkan gangguan," tambah dia.
Diketahui, kemunculan monyet liar di Marunda, Jakarta Utara, membuat warga resah.
Baca juga: Teror Belum Berakhir, Monyet Liar di Marunda Jakut Masih Berkeliaran Usai Serang Bocah
Pasalnya, seorang anak berinisial M (9) mengalami luka serius setelah diserang monyet liar, Rabu (20/5/2026).
Akibat serangan itu, korban mendapat 30 jahitan akibat luka gigitan.
Nenek korban, Badriah (57), mengatakan peristiwa itu terjadi saat cucunya sedang menjaga adiknya di depan rumah.
Saat itu, kata dia, M hendak memberi makan pisang kepada monyet peliharaan milik keluarganya.
Namun, tiba-tiba seekor monyet liar datang dari arah belakang dan langsung menyerang korban.
Menurut Badriah, monyet liar itu sudah terlihat berkeliaran di sekitar permukiman warga selama sekitar satu pekan terakhir.
Bahkan, hewan tersebut sempat kembali terlihat sesaat sebelum Kompas.com tiba di lokasi pada Kamis. “Setiap hari emang datang,” ujar dia.
Kondisi itu membuat warga setempat diliputi rasa cemas, terutama terhadap keselamatan anak-anak yang biasa bermain di luar rumah.
“Anak-anak yang biasa pada main di luar, enggak berani,” kata Badriah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




