Bos LPS: Perkembangan Teknologi Tak Boleh Lebih Cepat Dari Literasi

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu saat menyampaikan sambutan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu membuka acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC) pada hari ini, Jumat (21/5/2026). Dia menekankan edukasi keuangan tidak boleh bersifat eksklusif dan harus dilakukan secara masif.

Apalagi, menurut Anggito saat ini terjadi fenomena yang cukup mengkhawatirkan, dimana anak-anak muda mulai membuka akun investasi, namun belum mampu menyusun perencanaan keuangan. Kemudian masyarakat semakin aktif bertransaksi digital tetapi banyak rekening yang masih pasif.

Selain itu, masyarakat juga masih banyak yang terjebak pinjaman online dan judi online yang sarat teknologi.


"Kita tidak boleh membiarkan teknologi tumbuh lebih cepat daripada etika aliterasi dan tanggung jawab finansial terhadap bangsa. Namun kita harus tetap optimistis," ungkap Anggito.

Dia juga mengingatkan, perkembangan teknologi juga membuat kejahatan keuangan menjamur, dan investasi semu yang memanfaatkan rendahnya pemahaman masyarakat juga semakin banyak. Anggito menekankan, di sinilah pentingnya literasi secara menyeluruh, terutama dengan besarnya jumlah usia produktif.

"Indonesia memiliki 190 juta penduduk usia produktif. Ini adalah bonus demografi terbesar dalam sejarah Republik Indonesia. Generasi muda Indonesia adalah generasi paling digital, paling terkoneksi dan paling kreatif yang pernah kita miliki," kata dia.

Anggito menegaskan, generasi muda bukan hanya konsumen dari teknologi keuangan, melainkan harus menjadi investor produktif, entrepreneur baru hingga pencipta inovasi.

"Pertumbuhan investasi ritel Indonesia terus meningkat setiap tahun dengan dominasi usia muda, mahasiswa dan pelajar yang semakin besar. Ini sinyal positif. Tetapi optimisme tanpa literasi dapat berubah menjadi spekulasi," ujar Anggito.

Baca: Perkembangan Teknologi Semakin Cepat, Bos LPS Tekankan Hal Ini!

(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Nasib Bisnis Logistik Batu Bara Saat Perang & RKAB Dipangkas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Modus Order Fiktif, 170 Kursi Pesta Senilai Puluhan Juta Rupiah di Pasuruan Raib Digondol Penipu
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ini Cara Dapat Diskon Listrik 50 Persen PLN lewat PLN Mobile, Berlaku Sampai 2 Juni 2026
• 9 jam laludisway.id
thumb
Israel Bebaskan 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla 2.0
• 2 jam lalueranasional.com
thumb
Hilirisasi Kakao Indonesia Terus Didorong, BPDP Libatkan UMKM dan Generasi Muda
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Disney’s The Lion King Live in Concert Akan Hadirkan Orkestra Spektakuler
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.