Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan korban tabrakam KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur belum semuanya pulih.
Dia mengungkapkan kecelakaan tersebut menyebabkan 124 penumpang menjadi korban. Dari total tersebut, 16 korban meninggal dunia.
Kemudian, korban yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 5 orang. Sementara, 103 korban lainnya telah diizinkan kembali ke rumah.
“Kejadian ini mengakibatkan 124 korban, termasuk 16 korban meninggal dunia, 5 korbam yamg masih dirawat dan 103 korban yang sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Dudy, dikutip Jumat (22/5/2026).
Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyebut pihaknya masih menunggu hasil investigasi terkait kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Hal itu disampaikan dalam rapat Komisi V DPR di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Dia menjelaskan investigasi masih dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kami dari PT KAI sebagai badan usaha penyelenggara sarana dalam hal ini menunggu hasil investigasi dan rekomendasi final dari KNKT yang wajib memang kami laksanakan dan tindaklanjuti,” kata Bobby.
Meski demikian, KAI telah melakukan mitigasi sementara pasca kecelakaan pada 27 April 2026.
“Ada dua hal yang kami lakukan pertama adalah membatasi kecepatan, Pak, untuk KJJ (kereta jarak jauh) yang berhimpitan jalurnya dengan KRL commuter line,” kata Bobby.
Satu hari pasca kejadian, Bobby menyebut seluruh Kereta Jarak Jauh (KJJ) diharuskan berhenti luar biasa di Stasiun Bekasi.
“Dan semua KJJ itu kami berhenti luar biasa itu di Stasiun Bekasi dan kami pastikan clear ke depan sampai blok 103 T, ini yang kedua, dan prosedur operasinya sudah dilaksanakan saru hari pasca kecelakaan Bekasi Timur,” pungkasnya. (saa)




