JAKARTA - Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji Dewan DPR RI 2026, Cucun Ahmad Syamsurijal, menemukan sejumlah kendala dalam ketersediaan dan distribusi obat di sejumlah satelit kesehatan. Kendala itu ditemukan saat Timwas Haji DPR RI 2026 melakukan peninjauan di Snood Mawteen Hotel Sektor 8, Makkah, Arab Saudi, Kamis 21 Mei 2026.
Cucun mengatakan Indonesia masih dapat membuka satelit kesehatan di setiap pemondokan jamaah di tengah ketatnya regulasi Pemerintah Arab Saudi terkait layanan kesehatan haji. Dalam satu sektor, terdapat hingga empat satelit kesehatan yang berfungsi sebagai fasilitas penanganan awal sebelum jamaah dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah.
“Alhamdulillah tahun ini kita masih bisa membuka satelit-satelit kesehatan di setiap pemondokan. Ini menjadi penanganan awal kegawatdaruratan sebelum jamaah dibawa ke KKHI,” ujar Cucun, Jumat (22/5/2026).
Namun, ia mengaku Timwas Haji DPR menemukan adanya kendala distribusi obat di sejumlah satelit kesehatan. Persoalan itu dinilai muncul lantaran pengelolaan pusat kesehatan haji saat ini masih berada di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sehingga proses distribusi logistik kesehatan belum sepenuhnya optimal.
“Masih ada sedikit kendala terkait ketersediaan obat dan distribusinya ke setiap sektor maupun satelit kesehatan,” ungkap Cucun.
Apalagi, kata Cucun, sebagian tenaga medis yang bertugas di satelit kesehatan berasal dari dokter kloter daerah yang hanya membawa persediaan obat terbatas untuk kebutuhan kelompok terbang masing-masing. Akibatnya, kebutuhan obat tambahan di sektor tertentu kerap mengalami keterlambatan distribusi.




