KOMPAS.TV – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut pihaknya telah mencopot berbagai idenitas kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) dan spanduk tidak resmi di area tenda di Arafah.
Mengutip keterangan tertulis Kementerian Haji dan Umrah, Jumat (22/5/2026), Dahnil menjelaskan, pencopotan itu sebagai pengingat agar tidak ada penguasaan tenda untuk kelompok tertentu.
“Kami tadi langsung mencopot identitas KBIHU dan spanduk yang tidak resmi. Ini pengingat agar tidak ada penguasaan tenda untuk kelompok tertentu,” ujarnya, saat mendampingi Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf meninjau tenda-tenda jemaah Indonesia di Arafah, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Otoritas Arab Saudi Tangkap 4 WNI di Makkah, Diduga Tawarkan Layanan Haji Palsu
Dahnil menegaskan, tidak boleh ada tenda yang didominasi oleh kelompok tertentu, karena seluruh jemaah berhak mendapatkan layanan yang sama tanpa diskriminasi kelompok.
“Tidak boleh ada tenda yang didominasi untuk kepentingan kelompok tertentu,” ucapnya.
Ia pun memperingatkan agar pihak KBIHU tidak menguasai tenda demi kepentingan kelompok. Ia menyebut akan memberi sanksi tegas pada KBIHU yang melanggar.
“Kalau ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan tegas,” ujarnya.
Sementara, Irfan Yusuf, menyampaikan, seluruh pengaturan tenda, pembagian kloter, hingga pergerakan jemaah sepenuhnya berada di bawah kendali PPIH.
Oleh sebab itu, ia meminta pihak KBIHU tidak lagi melakukan pengaturan secara mandiri di lapangan.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- kementerian haji dan umrah
- wakil menteri haji umrah
- menteri haji dan umrah
- jemaah haji
- dahnil anzar simanjuntak





