Satgas Begal di antara Teror Pocong dan Perut yang Lapar

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Seratusan kasus pencurian diusut dalam kurun 1-22 Mei 2026. Penindakan ini merespons kejahatan jalanan yang bikin resah warga. Langkah tersebut dinilai hanya sementara karena sumber masalah belum sepenuhnya tersentuh.

Akhir-akhir ini, marak begal dan pencuri membawa senjata api. Muncul pula teror pocong. Narasi kota tidak aman pun menggema di media sosial sehingga menambah kekhawatiran.

Polisi kemudian membentuk Satgas Pemburu Begal. Kamera pemantau (CCTV) dari ribuan titik juga diintegrasikan antara Pemprov Jakarta, Polda Metro Jaya, dan pengelola gedung sebagai upaya pencegahan sekaligus reaksi cepat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imanuddin mengatakan, pihaknya menerapkan manajemen risiko secara bertahap dan terukur. Ada langkah preemtif (tindakan awal) melalui program Sabuk Kamtibmas. Polisi dan warga bersama memperkuat ketahanan lingkungan dari potensi gangguan keamanan.

Sesudah itu, upaya preventif melalui kehadiran polisi di lapangan. Patroli Perintis Presisi, penjagaan, pengaturan lalu lintas, pemantauan titik-titik rawan, dan ruang publik contohnya.

"Langkah ini untuk mempersempit ruang gerak penjahat sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat," tutur Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2026).

Polisi antara lain melakukan 27.915 patroli sepanjang April. Kemudian, 14.822 patroli hingga pekan ketiga Mei.

Menurut Iman, intensitas patroli menunjukkan upaya pencegahan terus dilakukan. Polisi konsisten melakukan tindakan terukur, dan berkelanjutan.

"Dalam periode 1-22 Mei 2026, kami mengungkap 127 laporan tindak pidana pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor. Ada 173 tersangka. Ini menunjukkan penanganan kejahatan jalanan dilakukan serius, menyeluruh, dan berkelanjutan," katanya.

Baca JugaMemburu Begal Jangan Suam-suam Kuku
Baca JugaPolisi Dalami Jaringan Begal yang Resahkan Warga Jakarta
Dugaan kesengajaan

Sehari sebelumnya, Kamis (21/5/2026), polisi memeriksa seorang model yang mengaku jadi korban begal dan pembacokan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kabar tersebut viral setelah diunggah ke media sosial.

Hasil penelusuran Polda Metro Jaya menunjukkan, model itu tak tercatat sebagai pasien di Rumah Sakit Sumber Waras. Akhirnya terungkap bahwa ia bukan korban tindak kejahatan.

Model tersebut mengarang cerita karena iseng. Ia juga ingin menunggangi ramainya isu begal di media sosial.

Sama halnya dengan viral kemunculan pocong di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Polresta Tangerang meningkatkan patroli dialogis, khususnya pada malam hingga dini hari di permukiman warga.

Kapolresta Tangerang Kombes Andi M Indra Waspada Amirullah meminta warga tak mudah terprovokasi oleh isu yang belum diketahui kebenarannya. Polisi mendalami kemungkinan adanya kesengajaan dari kemunculan pocong untuk memicu kepanikan warga dan pintu masuk tindak kejahatan.

“Kami tidak ingin keresahan masyarakat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan aksi kejahatan seperti pencurian, perampokan maupun gangguan lainnya," ucap Andi.

Selain patroli, polisi, TNI, dan warga kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) atau ronda malam di permukiman masing-masing.

Andi menambahkan, wilayah hukum Polresta Tangerang terpantau aman dan kondusif. Namun, polisi tetap mengusut kemunculan pocong tersebut.

Akar masalah

Maraknya kejahatan jalanan dikaitkan dengan situasi masyarakat terkini. Banyak orang kesulitan ekonomi dan pudarnya kepercayaan pada negara atau penegakan hukum itu sendiri.

Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada, Achmad Munjid menganalogikan situasi saat ini seperti problem kesehatan atau medis. Solusi masalah akan efektif jika diagnosis dilakukan secara komprehensif.

"Selama tawaran solusi dilakukan berdasarkan pengobatan terhadap gejala dan sumber masalah tak diatasi maka persoalan tidak akan pernah beres," kata Achmad ketika dihubungi terpisah.

Hal tersebut berarti kejahatan jalanan akan hilang untuk sementara. Setelah itu, nanti lagi bahkan bisa makin rumit dan kronis.

Achmad justru bertanya. Peningkatan angka kriminalitas mau dilihat sebagai sebab atau akibat. Satgas Pemburu Begal sifatnya hanya sementara, yaitu untuk mengatasi gejala peningkatan kriminalitas.

Baca JugaRibuan CCTV di Jakarta Diintegrasikan untuk Menekan Kejahatan Jalanan
Baca JugaPembangunan Jakarta Positif, tetapi Ketimpangan Masih Jadi Tantangan Besar

Jika kerja satgas efektif, gejala bisa hilang sementara. Namun, sekali lagi jika sumber masalah tak diatasi maka akan kembali muncul.

Sumber utama naiknya angka kriminalitas, menurut Achmad, adalah problem ekonomi. Itu yang harus jadi prioritas jangka panjang, yakni perbaikan sistematis.

"Banyak pengangguran, usaha susah, harga sembako, dan kebutuhan sehari-hari mahal, kesenjangan sosial makin lebar, penegakan hukum melempem, pelanggar hukum berat lolos dari jerat karena ada uang dan bengkingan. Seketat apapun pendekatan keamanan paling-paling hanya menghilangkan gejala sementara," tuturnya.

Pemerintah semestinya bekerja lebih serius dan konkret. Tidak hanya menebar retorika karena problem nyata harus diselesaikan di dunia nyata. Bukan selalu mengandalkan ranah maya.

Achmad menekankan bahwa permainan apalagi politisasi statistik tak akan berdampak apa-apa ketika problem kian kronis di tengah masyarakat seperti sekarang. Tekanan juga bertambah karena dinamika global, perang, krisis energi, dan lainnya yang belum menunjukkan tanda-tanda segera membaik.

"Selain perlu satgas begal yang bekerja efektif, pemerintah harus punya langkah konkret, jaring pengaman sosial untuk menghadapi krisis ekonomi," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ternyata Inilah Akar Utama Perang Rusia-Ukraina, Bocor Saat Obrolan Putin dan Xi Jinping
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
PLN Jelaskan Penyebab Listrik Padam di Sumut, Sumbar, dan Aceh
• 14 menit lalukumparan.com
thumb
Orang Asing Bakal Pimpin BUMN Baru PT DSI, Legislator PDIP: Kami Terkejut
• 14 menit lalujpnn.com
thumb
Rusia Tuduh AS Ingin Cekik Ekonomi Kuba lewat Sanksi Baru
• 39 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menilik Rencana Pemerintah Wajibkan Akun Medsos Cantumkan Nomor Ponsel
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.