JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan modus under invoicing hingga 200 persen melalui Perusahaan cangkang di Singapura untuk komoditas CPO dan batu bara.
Menkeu Purbaya mengaku telah berkoordinasi dengan Jaksa Agung dan BPKP untuk mengusut tuntas dugaan kebocoran negara dari komoditas CPO dan batu bara.
Hal tersebut diungkap Purbaya Yudhi Sadewa usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sebagaimana laporan Jurnalis Kompas TV Alfania Octavia, Jumat (22/5/2026).
“BPKP dan Kejagung sudah bergerak, saya masih menunggu laporan dari mereka, sudah berapa bulan gitu. Jadi itu merupakan titik awal mereka masuk. Saya akan minta laporan dari mereka minggu depan, seperti apa perkembangannya. Tapi yang jelas, clear sekali memang ada manipulasi harga, ada under-invoicing, kalau saya bilang. Walaupun namanya keren, under-invoicing dan lain-lain, tapi basically nipu,” ujar Purbaya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Yakin Krisis Ekonomi Tidak Terulang Lagi: Fundamental Kita Amat Baik
“Mereka manipulasi, bisa juga transfer pricing dan lain-lain. Tapi manipulasi. Dia kirim Singapura, pakai perusahaan trading, mana perusahaannya dia sendiri. Dari sini ke sana, ke tujuannya dengan harga yang dua kali lipat atau lebih. Ada yang 200 persen, ada yang 4 kali lipat.”
Menurut Purbaya, praktik curang ini berhasil terdeteksi usai Kementerian Keuangan menerapkan sistem pelacakan digital data ekspor yang terputus di luar negeri dari hasil pemeriksaan kapal per kapal. Hasilnya, kata Purbaya, 10 perusahaan terbukti melakukan manipulasi harga demi menghindari setoran kepada negara.
“Sebelumnya nggak bisa terdeteksi, karena di sini kan bea cukai datanya di sini aja. Sampai ke Singapura kan ekspornya. Nah Singapura ke sananya putus mata rantainya. Akhirannya kita terapkan AI, kemudian kita beli data juga yang lebih lengkap, sehingga di sini ketahuan impornya seperti apa,” ujar Purbaya.
Baca Juga: Istri Nadiem Makarim: Suami Saya Tidak Pernah Menerima Aliran Dana Apapun
“Jadi bukan data besar dari UN database itu, tapi udah betul kapal per kapal. Jadi confirm, dari data yang kita periksa memang mereka melakukan itu. Dan kalau dibetulin ya bagus buat Indonesia.”
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- menteri keuangan
- purbaya yudhi sadewa
- menkeu purbaya yudhi sadewa
- purbaya tunggu laporan kejagung
- kejagung
- manipulasi ekspor cpo





