Bulog Bantah Minyakita Langka, Klaim Stok Masih Aman

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog membantah kabar soal kelangkaan Minyakita di pasar meskipun sejumlah pedagang mengeluhkan pasokan minyak goreng rakyat tersebut mulai sulit ditemukan di beberapa wilayah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan melalui aplikasi Minyakita, kondisi distribusi dan stok secara nasional masih berada dalam kategori aman.

“Di aplikasi Minyakita seluruhnya sudah hijau ya. Bahkan tinggal Papua saja yang masih agak merah. Yang lain sudah warna hijau,” kata Rizal saat ditemui di Epic Wesoccer by Doospace, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Menurut dia, aplikasi Minyakita menjadi acuan Bulog dalam memantau kondisi distribusi di lapangan karena data diperbarui secara berkala setiap beberapa jam. Rizal menuturkan Bulog juga akan mengevaluasi distribusi apabila masih ditemukan hambatan penyaluran di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta dan Banten.

“Kalau masih kurang [Minyakita], nanti kami akan tegur pimpinan wilayah DKI-Banten untuk penyalurannya kenapa masih terhambat,” ujarnya.

Dia memastikan stok Minyakita secara nasional masih aman. Namun, Bulog tetap menyiapkan percepatan distribusi khususnya ke Papua yang masih menghadapi kendala pasokan.

Baca Juga

  • Mendag Klaim Harga MinyaKita Turun, Tapi di Papua Masih Mahal
  • Pemprov Sumut Akui Ada Perbedaan Harga Jual Minyakita di Pasaran
  • Pemprov Sumut Respons Dugaan Lonjakan Harga Minyakita Akibat MBG dan Bantuan Pangan

“Stoknya aman, Alhamdulillah. Dan kita akan lakukan percepatan khususnya ke Papua. Kita mendapat dukungan dari salah satu tim yang membantu untuk pendorongan ke Papua supaya lebih cepat,” imbuhnya.

Rizal juga membantah adanya anomali distribusi Minyakita di pasar. Berdasarkan pemantauan di lapangan, sebagian besar wilayah masih berada dalam kondisi normal.

“Kalau menurut kami tidak anomali ya. Sebetulnya fine-fine saja, ada terus di pasar. Karena berdasarkan kontrol dari teman-teman yang ada di lapangan, semuanya petanya masih hijau, sudah hijau. Tidak ada yang kuning ataupun bahkan merah, tidak ada, kecuali yang di Papua saja,” ujarnya.

Adapun untuk mempercepat distribusi, Bulog bekerja sama dengan PD Pasar Jaya dengan menempatkan kios Bulog di sejumlah pasar wilayah DKI Jakarta agar penyaluran barang lebih dekat ke masyarakat.

“Jadi setiap pasar di DKI itu diberikan satu dukungan satu los kios di pasar tersebut kepada Bulog, dan Bulog menempatkan barang-barang ini di kios tersebut supaya lebih cepat penyalurannya,” terangnya.

Ke depan, Rizal menyampaikan konsep distribusi tersebut juga tengah dikomunikasikan dengan Asosiasi Pasar Indonesia untuk diterapkan di wilayah lain, termasuk kawasan Indonesia timur.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag), harga Minyakita dalam satu bulan terakhir cenderung bergerak fluktuatif namun relatif stabil.

Data menunjukkan, harga Minyakita sempat naik pada awal Mei dan mencapai level tertinggi sekitar Rp15.964 per liter sebelum kembali menurun secara bertahap pada pertengahan hingga akhir Mei.

Per 22 Mei 2026, harga Minyakita tercatat sebesar Rp15.854 per liter, naik tipis 0,02% dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di level Rp15.851 per liter. Di sisi lain, harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan adalah Rp15.700 per liter.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Listrik Padam di Sumatra, PLN Mohon Maaf-Sebut Ada Gangguan Transmisi
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Korea Utara Murka AS Setujui Penjualan Senjata ke Korsel, Kim Jong-un Siapkan Tindakan Balasan
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
CT dan Purbaya Bedah APBN: Setoran Pajak, Utang Sampai Kas Terbongkar
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026
• 4 jam lalubola.com
thumb
Fenomena Presentasi Mahasiswa Saat Ini: Rapi di Slide, Rapuh di Pemahaman
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.