JAKARTA, KOMPAS.TV - Salah satu WNI yang dibebaskan dari tahanan Israel, Herman Budianto, mengaku dirinya dan aktivis lain disiksa dan diinterogasi selama berjam-jam selama ditahan oleh otoritas Israel.
Hal tersebut disampaikan Herman usai dirinya bersama delapan WNI lain dibebaskan dari tahanan Israel dan dalam proses pemulangan ke Indonesia.
Herman mengatakan, para aktivis Global Sumud Flotilla mengalami penyiksaan sejak kapal mereka dibajak militer Israel di Laut Mediterania. Herman menyebut tentara Israel mengikat para aktivis dan melakukan pemukulan hingga penendangan.
"Saya sampaikan bahwa, apa yang kita rasakan ini belum seberapa dibanding dengan bagaimana beratnya saudara-saudara kita di Palestina yang mengalami penindasan, genosida bertahun-tahun," kata Herman dalam program "Kompas Petang" KompasTV, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: Kata KSP soal Kondisi WNI Korban Penculikan Israel: Mereka Diperlakukan dengan Baik
Herman mengatakan, armada Global Sumud Flotilla mulai dicegat Israel saat berlayar dengan jarak sekitar 200 mil dari Palestina. Kapal yang ditumpangi Herman sendiri dibajak militer Israel ketika berjarak 100 mil dari Palestina.
WNI tersebut mengatakan tentara Israel kemudian mengangkut para aktivis ke kapal perang. Para aktivis disebutnya tidak sempat membawa seluruh barang bawaan, sebagian dibuang ke laut.
"Mereka melakukan tindak kekerasan, mengikat kami, mendorong, menyeret kami di kapal kami. Setelah melakukan banyak kekerasan, verbal juga, kami dipindahkan ke kapal yang besar," katanya.
Herman mengatakan penyiksaan oleh tentara Israel berlangsung selama sekitar empat jam. Sesampainya di Israel, para aktivis pun diinterogasi mulai pukul 09.00 pagi hingga tengah malam.
Menurut Herman, aparat Israel mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan. Aparat Israel pun disebutnya menanyakan keterkaitan para aktivis dengan Hamas.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- wni ditahan israel
- wni disiksa israel
- genosida di palestina
- global sumud flotilla
- israel




