Kalau berkunjung ke Masjidil Haram, jemaah bisa menyempatkan masuk melalui Gerbang King Abdullah. Di area tempat salat perempuan, tepatnya di sisi jalan masuk menuju pelataran Ka’bah baris kedua, terdapat satu tiang yang warnanya berbeda dari tiang-tiang lain.
Di antara tiang berwarna putih keabu-abuan, ada satu tiang berwarna cokelat muda dengan cincin silver di bagian tengahnya. Tiang itu dipercaya sebagian jemaah sebagai tempat Buraq berdiri, saat Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa Isra Mi’raj.
Tiang berwarna cokelat muda di Masjidil Haram. Tiang itu dipercaya sebagian jemaah sebagai tempat Buraq berdiri, saat Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa Isra Mikraj. Foto: Widya Suara SurabayaMengutip Republika, pada abad ke-8, Ibn Ishaq sejarawan sekaligus penulis biografi Nabi Muhammad SAW mengisahkan, setelah Rasulullah kehilangan Khadijah yang wafat pada 621 Masehi, beliau tertidur di utara Ka’bah. Selepas tengah malam, Malaikat Jibril membangunkan Rasulullah dan mengajak beliau menuju gerbang utama Ka’bah.
Di tempat itu, Rasulullah melihat seekor binatang berwarna putih, berukuran lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari bighal, dengan dua sayap yang menutup kaki belakangnya. Hewan istimewa itu dikenal sebagai Buraq, yang mengantarkan Rasulullah SAW dalam perjalanan Isra Mi’raj.
Tiang di area Gerbang King Abdullah inilah yang kemudian dipercaya sebagai titik tempat Buraq berdiri. Saat dilihat dari dekat, sejumlah jemaah haji dari berbagai negara tampak berdoa dan berfoto di sekitar tiang tersebut.(wid/iss)




