Bos Intelijen AS Mundur, Sempat Cekcok dengan Trump Soal Perang Iran

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Washington DC -

Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) Tulsi Gabbard mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (22/5) waktu setempat. Gabbard menyebut kondisi suaminya yang sakit kanker sebagai alasan di balik pengunduran dirinya.

Namun sempat beredar rumor bahwa Gabbard dipaksa untuk mengundurkan diri oleh Gedung Putih. Terlebih diketahui bahwa selama menjabat, Gabbard sempat berselisih dengan Presiden Donald Trump terkait perang yang dikobarkan AS dan Israel melawan Iran.

Laporan Fox News menyebut Gabbard memberitahu Trump tentang niatnya untuk mengundurkan diri dalam pertemuan di Ruang Oval Gedung Putih pada Jumat (22/5) waktu setempat. Pengunduran diri Gabbard yang menjabat sejak tahun 2025, menurut Fox News, berlaku efektif mulai 30 Juni mendatang.

Dalam suratnya kepada Trump yang diunggah ke media sosial X, Gabbard mengatakan dirinya mundur sebagai Direktur Intelijen Nasional AS untuk merawat suaminya, Abraham Williams, yang baru-baru ini didiagnosis menderita "kanker tulang yang sangat langka".

"Dia menghadapi tantangan besar dalam beberapa minggu dan bulan ke depan. Saat ini, saya harus mundur dari pelayanan publik untuk berada di sisinya dan sepenuhnya mendukungnya melalui perjuangan ini," kata Gabbard merujuk pada suaminya.

Gabbard yang mantan anggota Kongres AS dari Partai Demokrat ini, menikah dengan suaminya yang berprofesi sebagai sinematografer di Hawaii dalam upacara Hindu. Keduanya bertemu saat syuting iklan kampanye, dan suami Gabbard melamarnya saat berselancar ketika matahari terbenam.

Baca juga: Bos Intelijen AS Mengundurkan Diri, Begini Respons Trump

Trump Puji Tulsi Gabbard 'Luar Biasa'

Trump melontarkan pujian untuk Gabbard, yang disebutnya melakukan "pekerjaan yang luar biasa". Sebagai Direktur Intelijen Nasional AS, Gabbard memiliki pekerjaan yang melibatkan koordinasi informasi dari jaringan luas yang mencakup 18 badan intelijen AS untuk pengarahan harian bagi Presiden AS.

"Tulsi telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, dan kita akan merindukannya," ucap Trump dalam pernyataan via Truth Social, sembari menambahkan bahwa Gabbard "dengan tepat" ingin membantu suaminya dalam perjuangannya melawan kanker.

Trump menambahkan bahwa wakil Gabbard, Aaron Lukas, akan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Intelijen Nasional AS.

Gabbard menjadi pejabat wanita keempat yang meninggalkan kabinet Trump dalam beberapa bulan terakhir. Trump telah memecat Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem pada Maret dan Jaksa Agung AS Pam Bondi pada April. Sementara Menteri Tenaga Kerja AS Lori Chavez-DeRemer mundur dari jabatannya pada April di tengah serangkaian skandal.




(nvc/idh)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelajaran bagi Kemlu RI Usai Bebasnya 9 WNI dari Israel
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Geliat Warga Pondok Manggala Kelola Sampah, Ikhtiar Tekan Emisi Gas Metana
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Sosok Pratu Zalendra, Anggota Pasukan Elite TNI AL yang Gugur saat Pendidikan Denjaka
• 50 menit laluokezone.com
thumb
Sabu Senilai Rp12 Miliar gagal Beredar di Makassar, 7 Tersangka Diciduk
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Piala AFF 2026: John Herdman Terapkan Prinsip Pragmatis, Timnas Indonesia Harus Menang Tiap Laga Baru Pikirkan Gelar Juara
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.