PALEMBANG, KOMPAS — Empat jenazah terakhir dari total 17 korban tewas di tempat dalam kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki minyak di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) siang lalu, akhirnya teridentifikasi. Empat jenazah itu pun langsung dipulangkan ke rumah duka masing-masing.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Sumsel Ajun Komisaris Besar Andrianto dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Mohamad Hasan, Palembang, Sabtu (23/5/2026), mengatakan, pihaknya menerima empat sampel hasil pemeriksaan Laboratorium DNA Pusat Kedokteran dan Kesehatan Markas Besar Polri pada Jumat petang kemarin. Setelah itu, pada Sabtu pagi, mereka melakukan rekonsiliasi mencocokkan data antemortem dan postmortem.
Hasilnya, teridentifikasi jenazah atas nama Sukardi, berjenis kelamin laki-laki, yang berasal dari Medan, Sumatera Utara. Kemudian, jenazah Serepdo Gurning, laki-laki, yang berasal dari Medan. Selanjutnya, jenazah Sukono bin Supardi Nasution, laki-laki, asal Padang, Sumatera Barat. Terakhir, jenazah Karno bin Salim, laki-laki, asal Semarang, Jawa Tengah.
Jenazah Sukardi, Serepdo, dan Sukono teridentifikasi dari pencocokan DNA dengan sampel pembanding keluarga inti masing-masing. Sebaliknya, Karno teridentifikasi dari sampel pembanding langsung berupa properti peci milik korban.
”Dengan teridentifikasinya empat jenazah ini, artinya 17 jenazah atau seluruh jenazah korban tewas di tempat telah teridentifikasi. Semua jenazah teridentifikasi dari pencocokan data AM dan PM, antara lain melalui uji DNA,” ujar Andrianto.
Setelah teridentifikasi, lanjutnya, empat jenazah itu langsung dipulangkan menggunakan mobil ambulans ke rumah duka masing-masing. Pemulangan difasilitasi pihak ALS dan dikawal pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel. ”Sukardi dan Serepdo diantar ke Medan, Sukono ke Padang, dan Karno ke Semarang,” katanya.
Selain itu, Andrianto menyampaikan, pihaknya masih merawat satu korban selamat, yakni penumpang bus ALS asal Pati, Jawa Tengah, bernama Ngadiono (44). Kondisi Ngadiono terus membaik, yakni luka bakarnya yang sekitar 50 persen membaik menjadi tinggal sekitar 15 persen.
Ngadiono sudah bisa bergerak secara mandiri, antara lain pergi ke kamar mandi sendiri. Dalam waktu dekat, Ngadiono kemungkinan sudah bisa pulang ke rumahnya di Pati. ”Kalau sudah kuat, Pak Ngadiono bisa dipulangkan ke Pati,” ujar Andrianto.
Ditanya soal kemungkinan operasi lanjutan, Andrianto menyampaikan, hal itu masih menunggu perkembangan Ngadiono. "Kita lihat situasinya. Kalau tidak ada lagi jaringan nekrotik atau jaringan yang rusak, itu tidak perlu operasi lanjutan. Artinya, pasien tinggal menunggu penyembuhan atau perbaikan kulit yang terbakar," katanya.
Kecelakaan bus ALS dan truk tangki minyak di Musi Rawas Utara, Rabu (6/5/2026) siang lalu menyebabkan kedua kendaraan meledak dan terbakar hebat. Peristiwa itu mengakibatkan 19 orang tewas. Sebanyak 17 korban tewas di tempat, sedangkan dua korban lainnya meninggal saat dirawat.
Dari total 19 korban tersebut, sebanyak 17 korban terdiri dari sopir, kernet atau kru, dan penumpang bus ALS. Adapun dua korban lain adalah sopir dan kernet truk tangki minyak. Para korban tewas akibat luka bakar berat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumsel Komisaris Besar Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, kasus kecelakaan bus ALS dan truk tangki minyak itu masih disidik. Pada Senin (25/5/2026), dijadwalkan akan dilakukan gelar perkara kasus tersebut.
"Informasi dari Ditlantas Polda Sumsel, Senin nanti penyidik akan melakukan gelar perkara. Setelah itu, barulah kita akan menyampaikan hasil penyidikannya, termasuk pihak yang bertanggung jawab dengan peristiwa tersebut,” ujar Nandang.





